Breaking News:

KONI DIY Laporkan Perkembangan Kontingen Jelang PON Kepada Sri Sultan Hamengku Buwono X

Jelang satu bulan keberangkatan atlet kontingen DI Yogyakarta, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY melakukan audiensi dengan Gubernur DIY

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
Dok Humas Pemda DIY
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menerima audiensi dari KONI DIY. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jelang satu bulan keberangkatan atlet kontingen DI Yogyakarta, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY melakukan audiensi dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Wakil Gubernur KGPAA Paku Alam X di Kepatihan, Jumat (20/8/2021). 

Kegiatan dimaksudkan, KONI DIY untuk melaporkan progres persiapan kontingen DIY di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua besok.

Ketua Umum (ketum) KONI DIY,  Djoko Pekik Irianto menyampaikan kontingen DIY sudah siap bertanding dengan keberangkatan pertama pada 13 September 2021 besok.

Baca juga: Dinkes Bantul Mulai Suntikan Vaksin Moderna ke Masyarakat Umum 

“Gelombang keberangkatan pertama akan dimulai tanggal 13 September besok yakni tim terbang layang, disusul 19 September ada polo air dan gantole. Sedangkan yang terakhir berangkat yakni rugby tanggal 8 Oktober,” katanya kepada wartawan sesusai pertemuan. 

Jadwal tersebut dilakukan berdasarkan perhitungan cabang olahraga yang diikuti oleh DIY sebanyak 24.

Tentunya dari jumlah itu jadwal pertandingan tiap cabor berbeda beda. Sehingga mengharuskan pihak KONI DIY membagi jadwal keberangkatan dalam beberapa gelombang.

Selanjutnya jumlah atlet yang menjadi bagian kontingen DIY sebanyak 276 personel.

"Nanti yang akan bertanding sebagai atlet sebanyak 130 orang dan pelatihnya 54 orang," beberapa pria yang juga guru besar FIK UNY itu. 

Sisanya merupakan personel dari tim pendamping yang terdiri dari mekanik, dokter, masseur olahraga hingga tim media.

“Cuma jumlah keseluruhan itu belum termasuk atlet-atlet yang berasal dari tiga cabor eksibisi yang akan ditandingkan di PON tahun ini. Ketiga cabor eksibisi itu seperti hapkido, e-sport dan kick boxing,” tuturnya. 

Lebih lanjut, Djoko menerangkan PON kali ini akan digelar di 4 klaster berbeda.

Baca juga: Revitalisasi Pedestrian Jalan Sudirman Kota Yogyakarta Berlanjut, 10 PKL Direlokasi ke Sam Ratulangi

Keempat klaster atau wilayah tersebut terdiri dari Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Merauke.

“Untuk DIY, memang tidak akan ikut di semua cabor yang ditandingkan. Namun untuk di Kota Jayapura kami ada 6 cabor, Kabupaten Jayapura ada 7 cabor, Merauke ada 3 cabor, sedangkan di Mimika ada 8 cabor,” urainya. 

Setelah itu Djoko menceritakan bahwa, Gubernur DIY Sri Sultan HB X berpesan agar di perhelatan olaharaga pada masa pandemi ini, kesehatan adalah hal yang utama. 

“Beliau tadi berpesan agar target perolehan medali tetap penting dan jadi yang terbaik juga penting, tapi kesehatan lebih penting,” tegasnya. (tsf) 

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved