Yogyakarta

Kejar Herd Immunity, Pemda DIY Tingkatkan Laju Vaksinasi Harian

Pemda DIY bakal meningkatkan laju vaksinasi harian hingga mencapai 20 ribu dosis dalam sehari.

Tayang:
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Yuwantoro Winduajie
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Daerah (Pemda) DIY bakal meningkatkan laju vaksinasi harian hingga mencapai 20 ribu dosis dalam sehari.

Hal ini untuk mewujudkan kekebalan kelompok atau herd immunity terhadap virus korona yang ditargetkan terbentuk di bulan November 2021 mendatang.

"Bagaimana meningkatkan vaksinasi dari 12 ribu sekian menjadi 20 ribu. Nakes kita itu vukup untuk meningkatkan itu," terang Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X usai menggelar rapat koordinasi bersama bupati/walikota di Gedhong Pracimasono, Kompleks Kepatihan, Kamis (19/8/2021).

Baca juga: ODHA di DI Yogyakarta Masuk Sasaran Prioritas Vaksinasi Covid-19

Raja Keraton Yogyakarta ini juga memastikan bahwa stok vaksin Covid-19 di wilayahnya masih mencukupi untuk mendukung upaya percepatan itu.

"Stok yang ada di kabupaten/kota dan provinsi kira-kira ada 76 ribu vial atau untuk 760 ribu orang," terang Sri Sultan.

Jika Pemda DIY konsisten memvaksin 20 ribu sasaran tiap harinya, cakupan vaksinasi di DIY akan menyentuh angka 80 persen pada Agustus atau awal September.

Dengan demikian, Sri Sultan berharap agar program vaksinasi di DIY dapat terselesaikan di bulan Oktober atau awal November.

"Sehingga dengan begitu kalau itu bisa diselesaikan akhir Agustus atau awal Septemvber paling sedikit sudah 80 persen penduduk tervaksin. Sehingga bulan berikutnya diselesaikan di bulan Oktober atau awal November," bebernya.

Baca juga: Binda DI Yogyakarta Gelar Vaksinasi Covid-19 Lanjutan untuk Pelajar SMP di Sleman

Untuk merealisasikan target tersebut, Sri Sultan mengandalkan pelaksanaan vaksinasi melalui kecamatan, kelurahan, maupun RT dan RW. Langkah tersebut diharapkan mampu mempermudah akses publik dalam layanan vaksin Covid-19.

"Nanti teknis koordinasinya perlu pertemuan sendiri antara sekda saya (provinsi) dan (pemerintah) kabupaten kota," terangnya.

"Dosis pertama diberikan pun sudah tumbuh imunitas biarpun masih kecil. Kami hanya ingin gap ketidakstabilan yang naik turun suspek di Yogya ini bisa kita kembalikan," sambung Sri Sultan. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved