Kondisi Evakuasi Warga Afghanistan Saat Diangkut Pesawat Amerika

setelah Ibu Kota Afghanistan, Kabul dikuasi oleh Taliban sebagian warga di negara itu dievakuasi oleh Amerika Serikat dan sekutunya.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Chris Herbert / US Airforce / AFP
Angkatan Udara AS menerbangkan ratusan warga Afghanistan dari Kabul ke Qatar pada 15 Agustus 2021 

Tribunjogja.com Kabul - Setelah Ibu Kota Afghanistan, Kabul dikuasi oleh Taliban sebagian warga di negara itu dievakuasi oleh Amerika Serikat dan sekutunya.

Sebuah foto didistribusikan US Air Force mengambarkan ratusan warga di angkut menggunakan pesawat milik angkatan udara Amerika dari Kabul ke Qatar pada 15 Agustus 2021.

Pesawat tersebut dengan aman mengevakuasi sekitar 640 warga Afghanistan dari Kabul pada Minggu malam, menurut Pejabat pertahanan AS dihubungi oleh Defense One.

Itu adalah sebagian dari puluhan ribu orang yang mencoba melarikan diri dari Afghanistan karena beberapa alasan.

Satu diantaranya adalah khawatir ada balas dendam kepada mereka yang telah berpihak pada pemerintah yang didukung AS selama dua dekade terakhir.

Penerbangan evakuasi dari bandara Kabul dimulai kembali pada hari Selasa setelah kekacauan pada hari sebelumnya di mana kerumunan besar mengerumuni landasan.

Bahkan beberapa diantaranya tampak putus asa mereka berpegangan pada bagian luar pesawat militer AS saat bersiap untuk lepas landas.

Penumpang yang dipulangkan dari Afghanistan,turun dari pesawat RAF Airbus KC2 Voyager sesaat setelah mendarat di RAF Brize Norton, Inggris selatan,  17 Agustus 2021
Penumpang yang dipulangkan dari Afghanistan,turun dari pesawat RAF Airbus KC2 Voyager sesaat setelah mendarat di RAF Brize Norton, Inggris selatan, 17 Agustus 2021 (JUSTIN TALLIS / AFP)

Tak hanya warga Afghanistan saja, beberapa sekutu Amerika seperti Inggris juga memulangkan warga negara mereka dari Afghanistan.

Foto penumpang dipulangkan dari Afghanistan setelah turun dari pesawat RAF Airbus KC2 Voyager berhasil diabadikan.

Pesawat itu mendarat di RAF Brize Norton, Inggris Selatan, pada 17 Agustus 2021.

Inggris mengirim 900 tentara kembali ke Afghanistan selama beberapa hari mendatang untuk membantu pemulangan dan evakuasi setelah pengambilalihan cepat Taliban atas negara itu.

Para pejabat bertujuan membawa 1.200 hingga 1.500 orang dari Afghanistan dalam sehari dan penerbangan pertama telah mendarat di pangkalan angkatan udara Inggris pada Minggu malam.

Wakil presiden pertama Afghanistan

Wakil presiden pertama Afghanistan Amrullah Saleh menyatakan dia adalah pemimpin sementara yang sah di negara itu, setelah Presiden Ashraf Ghani yang digulingkan melarikan diri setelah Taliban menguasai Kabul.

Dilansir Tribunjogja.com dari RT, pada satu tweet pada hari Selasa, Wakil Presiden Pertama Amrullah Saleh mengatakan dia saat ini berada di negara itu dan, dengan tak adanya Ghani, dia sekarang menjadi pemimpin baru.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved