Fakultas Teknik UGM Bentuk Tim Reaksi Cepat Satgas Covid-19
Fakultas Teknik UGM membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) Satgas Covid-19 untuk membantu penanganan kedaruratan pasien dari kalangan keluarga besar FT
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Fakultas Teknik UGM membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) Satgas Covid-19 untuk membantu penanganan kedaruratan pasien dari kalangan keluarga besar FT baik mahasiswa, dosen maupun keluarganya.
Dua unit kendaraan yang sudah dimodisikasi disiagakan untuk menunjang tugas dari TRC Satgas Covid-19 FT UGM ini.
Dekan Fakultas Teknik UGM Ir Muhammad Waziz Wildan mengatakan ide pembentukan TRC muncul ketika ada permintaan dari salah satu departemen di Fakultas Teknik untuk membantu penanganan mahasiswa yang tengah dalam kondisi darurat di kos.
“Saat itu ada kasus permintaan bantuan dari salah satu departemen di FT terkait penanganan mahasiswa yang dalam kondisi darurat di kos. Ada kasus lain, misalnya di suatu malam ada laporan ke pengurus FT dari pemilik kos bahwa ada mahasiswa teknik yang terkonfirmasi positf Covid-19 dan memerlukan bantuan.
Dalam situasi seperti itu, ternyata tidak mudah mencari orang yang dapat membantu, misalnya mengantar ke shelter atau periksa ke rumah sakit atau ingin mengantarkan bantuan makanan atau suplemen dll. Apalagi kejadiannya di luar jam kerja atau tengah malam.
Padahal, dalam kondisi darurat tersebut sangat diperlukan bantuan segera dengan cepat dan tepat,” jelas Waziz pada Jumat, (13/8/2021) seperti yang dikutip Tribunjogja.com dari laman ugm.ac.id.
Baca juga: Dosen Departemen Mata FK UI Raih Doktor di UGM
Kemudian pada kejadian tersebut ditindaklanjuti dengan pembentukan tim TRC yang bertugas untuk membantu penanganan kondisi darurat keluarga besar dari FT UGM.
“Pembentukannya agak lambat (Maret-Juli 2021) karena terkendala masalah desain layanan, dana, organisasi, dan SDM pendukung. Masalah tersebut dapat diselesaikan dengan sinergi lintas bidang para wakil dekan dalam rangka tanggap darurat Covid-19 gelombang kedua (second wave),” ujarnya.
Layanan utama yang diberikan tim TRC saat ini menurut Waziz adalah fokus kepada membantu evakuasi dan transportasi pasien dan yang berkaitan dengan kebutuhan pasien dari kalangan keluarga besar FT yaitu dosen, tendik, mahasiswa, keluarga dosen dan keluarga .
Untuk mendukung tugas TRC UGM ini, direkrut dua tenaga relawan Covid-19 profesional yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan untuk pengelolaan shelter, dekontaminasi, transportasi pasien/ ambulance, dan pemakaman dengan protokol Covid-19.
Waziz menambahkan selain selalu siap untuk memberikan layanan cepat, tim TRC FT UGM juga memiliki kemampuan di beberapa bidang.
Pertama, proses evakuasi pasien yang terpapar Covid-19, baik yang OTG, ringan, sedang maupun berat juga belajar menggunakan APD yang benar dan safety.
Kedua, penanggulangan penderita gawat darurat (PPGD) dan vertical rescue, mengingat gedung-gedung di UGM khususnya gedung di FT UGM dimana banyak bangunan bertingkat.
Kemudian yang ketiga kemampuan tentang manajemen logistik dan kegawatdaruratan, dan trauma healing.
“Harapannya semoga tim TRC FT UGM meningkatkan keselamatan seluruh civitas FT tanpa terkecuali, termasuk melakukan langkah-langkah mengurangi risiko kedaruratan,” jelas Waziz. (Tribunjogja)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/fakultas-teknik-ugm-bentuk-tim-reaksi-cepat-satgas-covid-19.jpg)