Pendidikan
Peneliti UGM Kembangkan Susu Fermentasi yang Bisa Turunkan Kolesterol
Produk susu fermentasi yang mengandung probiotik ini diyakini mampu menurunkan kadar kolesterol.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Gaya Lufityanti
Genus Lactobacillus asal saluran pencernaan mudah dikulturkan dan memiliki ketahanan hidup pada kondisi saluran pencernaan.
“Konsumsi susu fermentasi mengandung probiotik Lactobacillus dapat menurunkan kolesterol, meningkatkan sensitivitas terhadap insulin, dan hiperglikemik tipe 2,” kata Widodo, Jumat (13/8/2021).
Dosen Fakultas Peternakan UGM ini menuturkan awal mula pengembangan susu fermentasi penurun kolesterol ini mulai dilakukan setelah ia berhasil mengisolasi L. casei strain AP dan AG dari saluran pencernaan bayi Indonesia yang hanya mengkonsumsi air susu ibu (ASI).
Dari uji in vitro kedua strain AP dan AG yang memiliki potensi sebagai probiotik ditandai dengan kemampuan perlekatan in vitro pada gastric mucin yang tinggi, serta memiliki kemampuan sintesis SCFA.
Selanjutnya uji kemampuan L. casei strain AP dan AG sebagai kultur starter fermentasi menunjukkan kemampuan penurunan pH susu dari 6.37 menjadi 4,27 dan 4,31 selama fermentasi 8 jam serta peningkatan jumlah sel L. casei strain AP dan AG.
Hasil ini menunjukkan bahwa L. casei strain AP an AG yang diisolasi dari sistem pencernaan bayi dapat berperan sebagai kultur starter dalam fermentasi susu.
Baca juga: UGM Dorong Peningkatan Kompetensi Mahasiswa Lewat Merdeka Belajar
“Uji intervensi produk susu fermentasi probiotik pada responden pengidap obesitas selama 1 bulan mampu menurunkan total kolesterol, LDL dan trigliserida darah (unpublished). Karena kemampuannya dalam penurunan kolesterol darah maka produk susu fermentasi ini dinamai LowKol,” kenangnya.
Dari berbagai hasil uji di laboratorium, ia mengatakan beberapa komponen susu berperan dalam menurunkan kolesterol, diantaranya adalah kandungan Asam lemak rantai pendek yang dapat menurunkan lipolisis pada jaringan adiposa, sehingga menurunkan kadar asam lemak bebas sirkulasi (free fatty acid, FFA) atau non- esterified fatty acids (NeFA).
Ia menjelaskan penurunan kolesterol oleh bakteri probiotik juga berkaitan dengan asimilasi kolesterol dan dekonjugasi enzimatik bile salt oleh aktivitas enzim bile salt hydrolase (BSH), serta kemampuan sintesis eksopolisakarida.
“Asimilasi kolesterol dalam sistem pencernaan melibatkan perlekatan kolesterol pada permukaan membran sel probiotik sehingga menurunkan absorpsi kolesterol diet ke dalam darah,”paparnya.( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/peneliti-ugm-kembangkan-susu-fermentasi-yang-bisa-turunkan-kolesterol.jpg)