Headline

Ini Dia Syarat DIY Gelar Sekolah, Seluruh Siswa Harus Sudah Divaksin Covid-19

Seandainya kita level 3 pun untuk membuka tatap muka kita tetap akan memperhitungkan vaksinasi anak-anak 12-17.

Tayang:
Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA/ Azka Ramadhan
ILUSTRASI - Wakil Gubernur DIY, Paku Alam X, didampingi Kepala BIN DIY, Andry Wibowo, saat meninjau pelaksanaan vaksinasi pelajar di SMP Budi Utama, Yogyakarta, Rabu (14/7/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sekretaris Daerah (Sekda) Pemda DIY, Kadarmanta Baskara Aji menyebut, bahwa sekolah tatap muka di DIY belum akan digelar sebelum seluruh siswa sekolah menjalani vaksinasi Covid-19.
Sebelumnya pemerintah pusat telah memberi lampu hijau bahwa sekolah tatap muka bisa dilaksanakan secara terbatas di wilayah yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1-3.

Menurut Aji, pertimbangan untuk menggelar sekolah tatap muka tidak hanya mengacu pada penurunan level PPKM, namun juga cakupan vaksinasi di kalangan pelajar usia 12-17 tahun. "Seandainya kita level 3 pun untuk membuka tatap muka kita tetap akan memperhitungkan vaksinasi anak-anak 12-17," tutur Aji saat ditemui di kantornya, Jumat (13/8/2021).

Langkah itu ditempuh karena saat ini virus varian Delta telah menyebar. Virus ini lebih mematikan dan tingkat penularannya jauh lebih tinggi dibandingkan varian-virus sebelumnya sehingga juga membahayakan anak-anak.

"Tingkat risiko penularan terhadap anak-anak kan tinggi. Kalau dulu anak-anak kan ini jarang yang kena tapi untuk varian baru ini bisa sampai ke anak-anak. Jadi untuk mempertimbangkan tatap muka atau tidak tidak hanya level daerahnya tapi juga vaksinasi," jelasnya.

Saat ini pelaksanaan vaksinasi terus digencarkan. Untuk vaksinasi kalangan anak usia 12-17 tahun, cakupan vaksinasi telah menyentuh 13,79 persen dari total sasaran 311.596 orang. Artinya sudah ada sebanyak 42.980 orang yang menerima vaksinasi dosis pertama. Sedangkan sebanyak 5.724 atau 1,84 persen di antaranya, telah menuntaskan vaksinasi dengan menerima suntikan dosis kedua.

Dukungan
Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana memandang bahwa kebijakan yang ditempuh oleh Pemda DIY adalah keputusan yang tepat. Pihak eksekutif perlu benar-benar memastikan bahwa keputusan untuk membuka sekolah tatap muka harus didasari segala upaya untuk menekan potensi penularan Covid-19 di sekolah.

Salah satunya melalui pelaksanaan vaksinasi Covid-19 kepada siswa maupun guru dan tenaga kependidikan. "Saya sepakat itu karena penularan masih tinggi. Yang jelas salah satu cara atau ikhtiar yang logis itu pakai vaksinasi. Saya juga mendorong vaksinasi ini bisa selesai dua bulan lagi, September-Oktober bisa selesai," ucapnya.

Selain itu, Pemda DIY juga harus memastikan bahwa penularan di DIY memang sudah dapat ditekan. Salah satu indikatornya adalah penurunan level pada kebijakan PPKM. Sejauh ini, PPKM di DIY masih berada di level 4 sehingga laju penularan yang terjadi masih tergolong tinggi.

"Kalau belum tervaksin risikonya juga besar tidak hanya anak-anak dan orang tua keluarga mereka berisiko. Yang jelas sekolah bisa masuk harus mempercepat vaksinasi," tambahnya.

Dia pun meminta masyarakat dan para siswa untuk bersabar, sementara ini mereka terpaksa menerapkan metode pembelajaran daring untuk menghindari penularan Covid-19. Pemda DIY, lanjut Huda, harus terus melakukan upaya percepatan dan perluasan cakupan vaksinasi di wilayahnya. Sehingga pelaksanaan vaksinasi terhadap 70 persen penduduk DIY dapat rampung di bulan Oktober 2021.

Menurutnya, kendala utama vaksinasi saat ini adalah keterbatasan stok yang dikirimkan pemerintah pusat. Pemda DIY perlu rutin melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat agar pasokan vaksin ke DIY berjalan lancar.

Selain itu, Pemda DIY juga perlu untuk memperkuat infrastruktur vaksinasi hingga level paling bawah seperti desa dan kelurahan. "Memang ketersediaan vaksin jadi titik utama. Semua bergantung dari pemerintah pusat. Maka perlu pendekatan ke pemerintah pusat dan mempersiapkan infrastruktur vaksinasi di level terbawah. Yang penting kita melakukan lobi dan pendekatan agar ada vaksin yang cukup di DIY," jelasnya.

Tambah titik
Pemkot Yogyakarta menambah sejumlah titik vaksinasi Covid-19 massal untuk mempercepat tercapainya herd immunity. Dengan begitu, masyarakat diharapkan bisa semakin mudah dalam mengakses layanan imunisasi.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, terdapat tiga titik anyar, yang kini dijadikan sentra vaksinasi. Ketiganya, akan mendukung vaksinasi reguler yang diselengarakan di 18 Puskesmas, 13 rumah sakit, hingga dua klinik.

"Di wilayah selatan timur itu ada XT Square, Ngabean di wilayah barat dan PDAM Tirtamarta di wilayah utara. Jadi, sentra vaksinasi semakin kita dekatkan ke masyarakat," jelas Heroe, Jumat (13/8/2021).

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved