Breaking News:

Jawa

Unik, Tanah Warga Klaten ini Diterjang Tol Yogyakarta-Solo Seluas 2 Meter Saja

Tanah pekarangan yang diterjang tol seluas 2 meter persegi itu mendapatkan pembayaran uang ganti rugi (UGR) tol sebesar Rp 1.040.700.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Sri Mulyana (54) saat menerima pembayaran UGR tanah terdampak tol Yogyakarta-Solo di Klaten, Kamis (12/8/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Tanah milik Sri Mulyana (54) warga Dukuh Ngentak, Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah diterjang proyek tol Yogyakarta-Solo seluas 2 meter persegi.

Tanah seluas 2 meter persegi itu menjadi tanah paling kecil yang digilas oleh pembangunan proyek jalan tol di desa tersebut.

Sri Mulyana mengatakan jika tanah pekarangan miliknya yang diterjang tol seluas 2 meter persegi itu mendapatkan pembayaran uang ganti rugi (UGR) tol sebesar Rp 1.040.700.

"Kalau dibanding yang lain, iya ini yang paling sedikit tapi nggak apa-apa saya ikhlas," ucapnya saat Tribunjogja.com temui di Kantor Camat Polanharjo, Klaten, Kamis (12/8/2021).

Menurutnya, uang pembayaran UGR sebesar Rp 1 juta yang ia terima tersebut akan digunakan untuk tambahan biaya anak masuk pesantren.

"Uang Rp1 juta ini untuk biaya anak sekolah, kemarin kan masuk pesantren jadi untuk tambahan biaya sekolah anak," imbuhnya.

Ia mengatakan, tanah 2 meter persegi miliknya yang diterjang tol Yogyakarta-Solo itu merupakan tanah pekarangan.

"Kalau ditotal luas tanah saya itu 328 meter persegi, terus yang kena tol cuma 2 meter," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kranggan, Gunawan Budi Utomo mengatakan sebagian besar tanah terdampak tol di desa yang ia pimpin sudah dibayarkan UGR-nya.

"Mungkin ada sekitar 3 atau 5 bidang yang belum terima UGR karena ada sengketa ahli waris," ucapnya.

Menurutnya, untuk warga yang sudah menerima pembayaran UGR sudah mulai melakukan pencarian rumah atau lahan baru.

"Kalau di Kranggan yang sudah terima UGR sebagian besar warga sudah mencari tempat tinggal, sebagian ke luar desa sisanya tetap di desa," imbuhnya.

Ia pun berharap pengerjaan tol Yogyakarta-Solo bisa berjalan lancar dan melibatkan warga lokal sebagai tenag kerjanya.

"Harapan kami semoga proyek berjalan lancar dan tenaga kerja bisa dilibatkan warga desa Kranggan juga," imbuhnya.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved