Breaking News:

Kriminalitas

Polres Kota Magelang Ungkap Kasus Komplotan Penipuan Penjualan Kacang Hijau

Polres Kota Magelang berhasil meringkus komplotan penipu dengan modus menjual kacang hijau dengan harga di bawah pasaran.

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita
Polres Magelang Kota tunjukan barang bukti pelaku penipuan kacang hijau, Kamis (12/08/2021). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, KOTA MAGELANG - Polres Kota Magelang berhasil meringkus komplotan penipu dengan modus menjual kacang hijau dengan harga di bawah pasaran.

Adapun, penipuan dilakukan dengan menjual kacang hijau di media sosial

. Di mana, pelaku yang berinisial AS (39) asal  Tegalrejo, Kabupaten Jember berperan sebagai pemilik usaha kacang hijau dengan nama samaran Hj. Achmad

Sedangkan tersangka lainnya, AW (35) asal Mumbulsari, Kabupaten Jember  berperan sebagai anak buah AS yang menyediakan ATM untuk korban (SPM) asal Serang menstransfer biaya pembelian kacang hijau.

Baca juga: Lagi, Lansia Gunungkidul Jadi Korban Penipuan Bermodus Gendam

Kapolres Magelang Kota, AKBP Asep Mauludin menuturkan, adapun korban memesan sebanyak 20 ton kacang hijau dengan total biaya Rp275 juta.

"Tempat kejadian berada di salah satu bank di Kota Magelang pada Jum'at, ( 23/07/2021) lalu. Di mana, korban mentransfer uang sebesar Rp100 juta yang diarahkan oleh tersangka AW. Setelah, melakukan pembayaran teryata kacang hijau yang dibeli korban tak kunjung dikirim. Karena, tak kunjung dikim akhirnya korban  melaporkan kejadian ke polisi," jelasnya saat konfrensi pers, Kamis (12/08/2021).

Sementara itu, lanjutnya, untuk kronologi penangkapan dilakukan setelah  penyelidikan.

Dan kedua pelaku berhasil diamankan di  wilayah Jember, Jawa Timur.

Baca juga: Bermodal Seragam Polisi, Residivis Penipuan di Kendal Perdayai 2 Wanita Sekaligus

"Pelaku beserta barang buktinya dibawa ke Kantor Polres Magelang Kota guna proses lebih lanjut. Dari kasus ini, 10 orang lagi masih dalam pencarian alias DPO," ujarnya.

Dari pengakuan para tersangka yang sudah dua kali melakukan penipuan ini, terpaksa  menipu karena terdesak untuk memenuhi kebutuhan.

Atas kasus tersebut, kedua tersangka dikenai Pasal 45 ayat (1) Jo pasal 28ayat (1) UURI nomor 19 tahun 2016 tentang  perubahan atas UU RI nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Serta, dengan ancaman penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp. 1.000.000.00,00 (Satu Miliar Rupiah). ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved