Nakes Gunungkidul Mulai Terima Booster Vaksin COVID-19 Hari Ini

Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul resmi memulai penyuntikan dosis ketiga (booster) vaksin COVID-19 pada tenaga kesehatan (nakes).

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Alexander Ermando
Petugas kesehatan Kabupaten Gunungkidul mulai menerima booster vaksin COVID-19 pada Selasa (10/08/2021) ini. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul resmi memulai penyuntikan dosis ketiga (booster) vaksin COVID-19 pada tenaga kesehatan (nakes).

Adapun pelaksanaan perdananya dimulai pada Selasa (10/08/2021) ini.

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi, Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Gunungkidul, Fransiska Niken mengatakan hari ini sebanyak 400 dosis disiapkan untuk 400 nakes.

Baca juga: Kios Mebel di Klaten Diamuk Si Jago Merah, Kerugian Ditaksir Rp 350 Juta

"Prosesnya dilakukan di Kantor Dinkes dan sejumlah Puskesmas yang siap melaksanakan, jadi menyebar," jelas Niken pada wartawan.

Sesuai kebijakan dari pusat, booster vaksin COVID-19 yang digunakan untuk nakes adalah Moderna. Sebelumnya, para nakes sudah menerima dua dosis penuh vaksin COVID-19 dari Sinovac.

Menurut Niken, pihaknya menerima sebanyak 160 vial Vaksin Moderna dari Dinkes DIY. Jika ditotal, maka kuota yang didapat Gunungkidul sebanyak 2.240 dosis.

"Tiap vial itu cukup untuk 14 orang, dan tiap orang hanya mendapat satu dosis suntikan," katanya.

Niken menyatakan kombinasi antara Sinovac dan Moderna tetap aman secara medis. Apalagi sejauh ini, pihaknya belum menerima laporan KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) dari penerima Moderna.

Ia mengatakan pemberian booster vaksin bagi nakes akan terus dilakukan selama sebulan ke depan. Adapun prosesnya nanti juga dibantu oleh petugas pemberi vaksin dari seluruh Puskesmas.

Baca juga: Kasus COVID-19 Fluktuatif, Permintaan Perakitan Mobil Biasa Jadi Ambulans di Klaten Meningkat

"Kami targetkan Agustus ini selesai penyuntikan dosis ketiga bagi nakes," ujar Niken.

Wahyudi, salah satu perawat dari Puskesmas Tepus 2 menilai vaksin tambahan ini perlu diberikan pada nakes. Sebab mereka tetap memiliki resiko lebih tinggi terpapar COVID-19, lantaran berhadapan langsung dengan pasien setiap harinya.

Ia mengaku tidak merasakan gejala apapun setelah mendapat suntikan Vaksin Moderna tersebut. Meski awalnya sempat merasa takut, namun ia akhirnya memilih untuk ikut menerima booster vaksin.

"Toh ini juga menjadi kebijakan pemerintah yang harus diikuti," kata Wahyudi. (alx)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved