Korea Utara

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un Mobilisasi Militer ke Kawasan Bencana

emimpin Korea Utara, Kim Jong Un memobilisasi militer untuk melakukan pekerjaan bantuan di daerah-daerah yang baru-baru

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
IST/TheSun
Kim Jong Un mengawasi pelaksanaan uji coba peluncur roket berukuran besar 

Nantinya, Pemerintah AS dikabarkan akan mencari cara agar bisa lebih efektif melindungi bantuan kemanusiaan terhadap Korea Utara dari dampak sanksi.

Pembicaraan terkait denuklirisasi telah terhenti sejak pertemuan puncak antara Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump pada awal 2019 gagal melahirkan kesepakatan.

Pada April lalu, Pemerintahan Biden menyelesaikan tinjauan baru dan mengatakan akan mengejar pendekatan yang lebih praktis menuju tujuan denuklirisasi total di Semenanjung Korea.

Pada Selasa (3/8), Parlemen Korea Selatan yang menerima laporan dari badan intelijen utama negaranya menyatakan, Korea Utara mengajukan syarat khusus jika pembicaraan denuklirisasi ingin dilanjutkan.

Dilansir dari Reuters, secara khusus Korea Utara menginginkan sanksi internasional yang melarang ekspor logam dan impor bahan bakar olahan juga kebutuhan lainnya dicabut.

Korea Utara juga menuntut pelonggaran sanksi atas impor barang-barang mewahnya untuk bisa membawa minuman keras dan jas.

Media nasional Korea Utara pada Selasa tidak menyebutkan ada syarat baru untuk memulai kembali pembicaraan. (*)

Sumber: Kontan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved