Kabar Gembira, Kasus Harian Covid-19 di Bantul Terus Alami Penurunan

Menjelang berakhirnya PPKM level 4 periode 3-9 Agustus 2021, angka konfirmasi Covid-19 di Kabupaten Bantul terus mengalami penurunan.

Penulis: Santo Ari | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM / Santo Ari
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih saat diwawancarai Rabu (4/8/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Menjelang berakhirnya PPKM level 4 periode 3-9 Agustus 2021, angka konfirmasi Covid-19 di Kabupaten Bantul terus mengalami penurunan.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul per Jumat (6/8/2021), kasus konfirmasi Covid-19 sebanyak 713 orang. Kemudian pada Sabtu (7/8/2021) terdapat 585 orang yang terkonfirmasi positif.

Sedangkan pada Minggu (8/8/2021), angka tersebut terus mengalami penurunan dan tercatat ada 443 orang terkonfirmasi positif.

Bupati Bantul, H. Abdul Halim Muslih menyatakan bahwa Pemkab Bantul terus berupaya untuk  mengerem laju penyebaran Covid-19 utamanya pada tenggat waktu hingga 9 agustus 2021.

"Harus menurun secara signifikan karena kita ingin mengakhiri PPKM, mudah-mudahan tidak diperpanjang lagi," ujarnya.

Maka dari itu, menurutnya perlu ada percepatan baik dari sisi hulu maupun hilir.

Di bagian hulu, isoman yang rentan menyebarkan virus kepada anggota keluarga diminta kesadarannya untuk pindah ke shelter baik itu shelter provinsi, kabupaten, dan desa.

"Satgas tingkat desa kita tingkatkan kapasitasnya dalam rangka membantu nakes kita, dengan melengkapi peralatan pertolongan pertama yakni oksimeter dan tabung oksigen," ujarnya.

Baca juga: Ketersediaan Obat-obatan Anti Virus di Bantul Aman sampai Pertengahan Agustus

Baca juga: UPDATE COVID-19 Hari Ini 9 Agustus 2021: Kasus Baru Tambah 20.709, Meninggal 1.475 Pasien

Terlebih pada Jumat kemarin, Pemkab Bantul telah meluncurkan generator oksigen yang ada di RS Panembahan Senopati (RSPS) Bantul.

Generator oksigen tersebut untuk membantu ketercukupan oksigen bagi pasien yang di rumah sakit, dan jika ada sisa, akan didistribusikan ke masyarakat yang membutuhkan secara gratis.

Adapun pihak Pemkab Bantul juga memiliki rencana aksi lainnya yakni sinkronisasi pencatatan dan pelaporan.

Bupati mengatakan bahwa selama ini terjadi perbedaaan pencatatan dan pelaporan kasus dari relawan dibandingkan yang data yang dimiliki Dinkes Bantul

"Perbedaan ini akan diatasi oleh Dinkes nanti masing-masing panewu akan diberikan akses pada aplikasi pendataan kasus sehingga data yang diperoleh akan sama. Nanti para panewu akan diberikan akses aplikasi silacak, agar data kita tidak terlalu banyak versi (perbedaan) baik dari kalurahan, panewu, kabupaten dan provinsi," tandasnya.(Tribunjogja/Santo Ari)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved