Vaksinasi Massal
2.747 Warga Antusias Ikuti Vaksin di PP Ali Maksum Krapyak
Sebanyak 2.747 warga mengikuti kegiatan vaksin yang diselenggarakan ormas Nahdlatul Ulama (NU) DIY, Minggu (8/8/2021).
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 2.747 warga mengikuti kegiatan vaksin yang diselenggarakan ormas Nahdlatul Ulama (NU) DIY, Minggu (8/8/2021). Vaksinasi digelar di dua tempat, yaitu Lapangan PP Ali Maksum Krapyak untuk masyarakat Kota Yogyakarta dan The Ratan Panggungharjo untuk masyarakat Bantul.
Vaksinasi ini tak terbatas untuk warga ber-KTP Yogyakarta, melainkan siapa saja bisa ikut vaksin. Bahkan, di antaranya WNA Timor Leste.
“Kami tak ingin membatasi, apalagi menolak. Vaksin adalah hak semua orang. Selama dia datang pada waktu yang ditentukan, vaksin akan diberikan,” kata dr H Ali Machfud, ketua panitia Vaksinasi Merdeka kepada awak media.
Pria yang juga Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) ini menyatakan, bahwa kegiatan ini kerja sama antara anggota DPD RI Dr H Hilmy Muhammad MA (Gus Hilmy) dan NU DIY sebagai penyelenggara, PP Ali Maksum Krapyak dan The Ratan sebagai fasilitator tempat, serta Polda DIY selaku penyedia vaksin.
Sementara tenaga medis didukung Klinik Balai Kesehatan Masyarakat (BKM) Ali Maksum dan Universitas Alma Ata Yogyakarta. Lebih 100 relawan terlibat, terdiri unsur Ansor-Banser, Fatayat NU, IPNU-IPPNU, dan warga desa Panggungharjo.
“Keberhasilan hari ini, akan kita teruskan pada aksi-aksi selanjutnya di kabupaten-kabupaten lainnya. Kita berharap, ada sinergi dengan Pemda, kepolisian, dan relawan agar dapat berjalan baik,” ujar dosen Universitas Alma Ata Yogyakarta itu.
Ditemui saat vaksinasi berlangsung, Gus Hilmy berharap agar pemberian vaksin kepada masyarakat dapat disegerakan. Menurutnya, hal ini penting untuk menurunkan kasus Covid-19 yang belakangan ini terus meningkat, apalagi menurut data Kementerian Kesehatan data warga yang sudah divaksin baru 23.46% untuk dosis 1 dan 10.53% untuk dosis 2.
“Pemberian vaksin kita ini terhitung relatif lambat, padahal sudah menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat kita hari ini. Keaktifan berbagai lembaga sangat diharapkan untuk mencapai target vaksinasi. Demikian pula pemerintah, kami harapkan aktif mengajak lembaga-lembaga untuk menyelenggarakan vaksin bersama,” kata anggota Komite III DPD RI yang membidangi kesehatan ini.
Vaksinasi ini juga ditinjau langsung Panglima Panglima TNI, Kapolri, Pemda, hingga Kepala Desa Panggungharjo. Melihat keberhasilan vaksinasi dan antusiasme masyarakat, Panglima TNI mengaku senang dengan kerja sama ini demi percepatan program vaksinasi. Bahkan, ia menyatakan sanggup mendatangkan 200.000 vaksin untuk DIY, yang dapat didistribusikan untuk 5 Kabupaten/Kota.
Sementara Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DIY, Fahmy Akbar Idries SE MM menyebut, hal penting selain vaksin adalah tetap menerapkan protokol kesehatan agar vaksin yang sudah didapatkan tak sia-sia.
“Vaksin ini menjadi bagian penting untuk menjaga imunitas masyarakat agar dapat meningkatkan lagi kegiatan ekonomi dan sosial, termasuk ibadah. Tentu ini merupakan ikhtiar lahir kita, selain ikhtiar batin bermunajat kepada Allah Ta’ala,” ungkapnya. (ayu/rls)