Mengenal Syncrom, Inovasi Mahasiswa UGM untuk Deteksi Kerumunan Guna Pencegahan Penularan Covid-19
Syncrom, Inovasi Mahasiswa UGM untuk Deteksi Kerumunan Guna Pencegahan Penularan Covid-19
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Di tengah pandemi Covid-19, sejumlah inovasi dari anak bangsa banyak bermunculan.
Inovasi-inovasi dari anak bangsa ini hadir untuk membantu pemerintah dalam penanganan pandemi yang sudah merenggut ribuan nyawa ini.
Salah satunya inovasi yang diciptakan oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada ini.
Sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengembangkan sistem deteksi kerumunan guna mencegah penularan Covid-19.
“Sistem yang kami kembangkan ini dapat mendeteksi adanya kerumunan sekaligus menampilkan informasi kapan dan dimana kerumunan terjadi,” terang Ketua tim peneliti, Zulfa Andriansyah, saat dihubungi Rabu (3/8/2021) seperti yang dikutip Tribunjogja.com dari laman ugma.c.id.
Zulfa menjelaskan sistem yang diberi nama Syncrom atau kepanjangan dari System of Detection and Crowd Mapping ini dibuat berbasis berbasis Deep Learning dan WebGIS.
Sistem ini dapat mendeteksi adanya kerumunan dengan menyajikan informasi jumlah massa dan menampilkan visualisasi kondisi di lapangan baik waktu dan tempat terjadinya kerumunan secara near realtime (mendekati realtime).
“Dengan platform ini sistem pemantauan bisa dilakukan secara terus-menerus selama 24 jam. Data terus diupdate setiap 30 detik,” terang mahasiswa Fakultas Geografi UGM ini.
Dikembangkan Lima Mahasiswa
Syncrom dikembangkan oleh Zulfa bersama dengan keempat rekannya yaitu M. Ihsanur Adib (Kartografi dan Penginderaan Jauh), Wahyu Afrizal Bahrul Alam (Teknologi Informasi), Malik Al-Aminullah Samansya (Teknik Nuklir), dan Najmuddin Muntashir ‘Abdussalam (Teknik Industri) di bawah bimbingan Dr. Taufik Hery Purwanto, M.Si.
Purwarupa ini lahir lewat Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) tahun 2021 yang memperoleh dana hibah pengembangan sebesar Rp9.000.000 dari Kemdikbudristek.
Ia menambahkan dalam sistem ini juga dilengkapi dengan fitur peringatan dini adanya kerumunan.
Peringatan adanya kerumunan di lokasi terdeteksi akan disampaikan melalui pengeras suara secara otomatis.
Syncrom bisa mendeteksi kerumunan melalui input data visual yang diproleh melalui CCTV lewat webcam yang terhubung dengan komputer lokal yang sebelumnya telah diprogram dengan deep learning untuk mendeteksi keberadaan manusia dan memprediksi kerumunan di suatu lokasi diteruskan ke sistem untuk dianalisis.
Setelah itu, hasil data dikirimkan ke WebGIS dalam bentuk informasi terkait lokasi, waktu, dan jumlah kejadian kerumunan yang berada di satu lokasi terpantau CCTV.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/mengenal-syncrom-inovasi-mahasiswa-ugm-untuk-deteksi-kerumunan-guna-pencegahan-penularan-covid-19.jpg)