Isolasi Terpusat Rusunawa Giripeni Kulon Progo Segera Operasional, 63 Relawan Ikuti Pelatihan
Sebanyak 63 relawan mengikuti pelatihan dan menyiapkan sarana prasarana (sarpras) di tempat isolasi terpusat (isoter) Rusunawa Giripeni. Isoter
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Sebanyak 63 relawan mengikuti pelatihan dan menyiapkan sarana prasarana (sarpras) di tempat isolasi terpusat (isoter) Rusunawa Giripeni.
Isoter tersebut diperuntukkan bagi pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, Eko Damayanti mengatakan puluhan relawan itu terdiri dari perwakilan TNI, Polri, Satpol PP, PMI, Dinas Sosial (Dinsos) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Baca juga: Juli 2021, Kota Yogyakarta Alami Inflasi 0,11 Persen, Bawang Merah Beri Andil Terbesar
Mereka nantinya akan dibagi menjadi 7 regu. Masing-masing regu ada 9 orang.
Tim yang melakukan penjemputan pasien akan dikoordinasi oleh PMI dibantu oleh relawan yang ada di masing-masing wilayah seperti Lazisnu, Lazismu dan MGMC.
Sementara tim tenaga kesehatan (nakes) masih dalam proses rekrutmen. Seperti dokter, para medis, petugas gizi, sanitarian, perekam medis dan cleaning servis.
"Tapi memang untuk nakes masih proses rekrutmen. Saat ini sudah sampai seleksi administrasi. Jumat (6/8/2021) besok dilanjut seleksi wawancara sekalian pemenuhan sumber daya manusia (SDM) di ruang isolasi rumah sakit," tuturnya saat ditemui, Kamis (5/8/2021).
Keberadaan isoter ini kata Eko sangat penting untuk mengurangi jumlah kematian pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah.
Apalagi pasien yang isoman di Kulon Progo dibandingkan dengan kapasitas fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) di kabupaten setempat kurang proporsional.
Sehingga kasus pada Juli 2021 kemarin terjadi peningkatan kematian pasien isoman.
"Karena mereka seharusnya mendapatkan pelayanan kesehatan minimal oksigen tapi tidak mendapatkan akhirnya tidak bisa tertolong," kata Eko.
Dikatakannya, pasien yang hanya diperbolehkan menjalani isoter di rusunawa tersebut nantinya yang bergejala ringan mengarah ke sedang atas rekomendasi dari puskesmas setempat.
Baca juga: Perdana, 500 Pelaku UMKM di Kulon Progo Ikuti Vaksinasi Covid-19
Adapun pasien bergejala berat tetap isolasi di rumah sakit.
Terkait dengan sarpras di Rusunawa Giripeni, saat ini sudah tersedia sekitar 30 tabung oksigen. Sarpras lainnya masih proses pengadaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/relawan-sedang-menyiapkan-sarpras-di-isoter-rusunawa-giripeni.jpg)