Breaking News:

Juli 2021, Kota Yogyakarta Alami Inflasi 0,11 Persen, Bawang Merah Beri Andil Terbesar

Inflasi tersebut terjadi karena kenaikan indeks harga konsumen (IHK) kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,36 persen.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bulan Juli 2021, Kota Yogyakarta telah mengalami inflasi sebesar 0,11 persen.

Inflasi tersebut terjadi karena kenaikan indeks harga konsumen (IHK) kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,36 persen.

Salah satu komoditas yang memberikan andil terbesar adanya kenaikan inflasi adalah rokok filter, setinggi 1,87 persen.

Kemudian, disusul bawang merah naik 10,45 persen.

Baca juga: Perdana, 500 Pelaku UMKM di Kulon Progo Ikuti Vaksinasi Covid-19

Tingkat inflasi tahun kalender pada Juli 2021 terhadap Desember 2020 sebesar 1,00 persen dan tingkat inflasi dari tahun ke tahun pada Juli 2021 terhadap Juli 2020 sebesar 1,69 persen.

Kepala BPS DIY, Sugeng Arianto MSi mengatakan, selain indeks harga konsumen kelompok tersebut, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga naik sebesar 0,01 persen.

“Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,05 persen serta kelompok kesehatan 0,19 persen. Disusul kelompok transportasi 0,17 persen, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,12 persen serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,11 persen,” jelasnya dalam keterangan resmi yang diterima Tribun Jogja, Kamis (5/8/2021).

Dia menambahkan, kelompok yang mengalami deflasi  yaitu  kelompok  pakaian  dan  alas  kaki sebesar  0,07  persen.

Baca juga: Pelaku Wisata di Kabupaten Magelang Dapat Suntikan Melalui Vaksinasi Merdeka Candi

Disusul, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar  0,10  persen dan  kelompok  perawatan  pribadi  dan jasa  lainnya  sebesar  0,22  persen. 

“Adapun  kelompok  yang relatif stabil yaitu kelompok pendidikan,” katanya.

Selanjutnya, Sugeng menyatakan dari 90 kota yang dihitung angka inflasinya, 61 kota IHK mengalami inflasi dan 29 kota IHK mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Kota Sorong sebesar 1,51 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Sampit mencapai 0,01 persen.

“Deflasi terbesar terjadi di Kota Manokwari yang mencapai 0,60 persen, sedangkan deflasi terkecil terjadi di Kota Maumere dan Samarinda yang masing-masing mencapai 0,01 persen,” tandasnya. (ard)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved