Breaking News:

Sejak PPKM Darurat dan PPKM Level 4, Satpol PP Bantul Menindak 338 Pelanggaran

Sejak PPKM darurat dimulai pada 3 Juli 2021 hingga saat ini berlangsung PPKM Level 4, Pemkab Bantul terus berupaya menjaga agar masyarakat dapat

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sejak PPKM darurat dimulai pada 3 Juli 2021 hingga saat ini berlangsung PPKM Level 4, Pemkab Bantul terus berupaya menjaga agar masyarakat dapat mematuhi peraturan yang ditetapkan.

Salah satunya adalah dengan melakukan pengawasan dan penindakan potensi kerumunan di wilayah Bantul melalui Satpol PP Bantul.

"Dari awal juga memang tetap kita lakukan pelaksanaan pengawasan mobilitas masyarakat, terutama di tempat yang rawan kerumunan," ujar Kepala Satpol Pamong Praja, Kabupaten Bantul Yulius Suharta, Selasa (3/8/2021).

Baca juga: Klaten Siapkan Isolasi Terpusat Khusus Ibu Hamil dan Menyusui yang Terpapar COVID-19

Pengawasan dilakukan beberapa aktivitas perdagangan, toko kelontong, supermarket, toko jejering, warung makan, termasuk PKL, angkringan dan kegiatan sosial masyarakat seperti hajatan.

"Memang masih ditemukan pelanggaran dari unsur-unsur tadi. ada yang sudah berusaha menaati aturan, tapi ada juga yang melakukan kegiatan tidak sesuai dengan aturan," ujarnya.

Dalam pelaksanaan operasi selama PPKM Darurat dari 3-20 Juli 2021 terjadi 215 pelanggaran yang ditemukan oleh Satpol PP Bantul.

Sementara dalam PPKM level 4 yang berlaku setelahnya hingga saat ini, Satpol PP Bantul terus melakukan pemantauan dan penindakan, terhitung sejak 21 juli hingga 2 Agustus telah ditemukan 123 pelanggaran.

Sehingga total pelanggaran selama PPKM Darurat dan PPKM Level 4, ditemukan 338 pelanggaran.

Pelanggaran terbanyak didominasi oleh kafe/rumah makan dengan 152 teguran, peringatan, pembubaran (TPP) dan 13 penutupan, penyegelan (PP).

Pelanggaran terbanyak kedua adala pedagang kaki lima (PKL) dengan 75 TPP dan 6 PP.

"Yang terjadi di lapangan, untuk penindakan pertama kami minta surat pernyataan. Tapi kalau dalam patroli berikutnya terjadi pelanggaran lagi untuk kedua dilakukan maka kami lakukan penutupan dan penyegelan," ujarnya.

Baca juga: UPDATE Covid-19 DI Yogyakarta 3 Agustus 2021: Tambah 1.445 Kasus, 85 Pasien Dilaporkan Meninggal

"Walaupun tidak menutup kemungkinan, kami langsung lakukan penutupan dan penyegelan jika memang ditemukan pelanggaran berat," tandasnya.

Dari data yang ia miliki, tingkat intensitas pelanggaran yang tinggi di wilayah kapanewon yang berbatasan kota. Walaupun ada juga pelanggaran di wilayah yang tidak berbatasan dengan kota, biasanya adalah toko kelontong yang masih buka 24 jam.  

"Saat ini posisi Bantul kan PPKM level 4, dan terhadap tempat-tempat yang rawan kerumunan dan mobilitas masih tinggi, di situ akan kami lakukan pengawasan dan pengendalian," tegasnya. (nto)  

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved