Breaking News:

DPRD DIY Dukung Hotel Mutiara di Malioboro Kota Yogyakarta Jadi Tempat Isolasi Terpusat

Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendukung penuh penggunaan hotel Mutira yang berada di Jalan Malioboro

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Yuwantoro Winduajie
Kondisi Hotel Mutiara di Jalan Malioboro yang bakal dijadikan isoter pasien Covid-19 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendukung penuh penggunaan hotel Mutira yang berada di Jalan Malioboro, untuk digunakan tempat isolasi terpantau.

Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana mengatakan, kalangan parlemen selalu menegaskan agar Pemda DIY mengoptimalkan fasilitas umum (fasum) yang dikelola pemerintah.

Baca juga: DP3AP2P DIY Desak Usut Tuntas Kasus Dugaan Pembunuhan Remaja

Alasannya, para dewan merasa prihatin atas situasi pandemi Covid-19 di DIY, terutama banyaknya pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia saaat menjalani isolasi mandiri.

"Kami selalu mengatakan supaya fasum milik pemda itu dioptimalkan atas situasi yang darurat sekarang ini. Saya prihatin banyaknya kasus meninggal saat isoman," katanya, Senin (2/8/2021)

Adanya rencana penggunaan hotel Mutiara untuk tempat isolasi terpusat itu dinilai tepat.

Apalagi saat ini pemanfaatan hotel Mutiara masih belum difungsikan oleh pemerintah DIY.

Di samping itu, alasan Huda mendukung penuh rencana tersebut lantaran saat ini pemerintah DIY membutuhkan banyak tempat isolasi.

Baca juga: Ada 90 Persen Lebih Kasus Kematian Covid-19 di Gunungkidul Belum Tervaksin

"Kita butuh banyak tempat isoman. Dan di hotel Mutiara itu kan sekitar kapasitas 3 ribuan," tegas dia.

Sementara Anggota Komisi A DPRD DIY Andriana Wulandari mengatakan, pihaknya juga menudukng upaya pemerintah DIY memanfaatkan hotel Mutiara untuk tempat isolasi terpantau.

Kendati demikian, Pemda DIY diminta segera melakukan kajian dalam pemanfaatan hotel tersebut.

"Saya mendukung jika memang tidak ada pelanggaran aturan. Mengingat peruntukannya kan dulu untuk sentra UMKM," pungkasnya. (hda)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved