Breaking News:

Dampak Pandemi Covid19

Pelaku Wisata Kaliurang Curhat ke Putri Sultan, Jadi Tukang Batu Demi Sambung Hidup

Para pengelola wisata di sejumlah daerah semakin berputus asa, akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan disertai penerapan PPKM Level 4.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Agus Wahyu

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Para pengelola wisata di sejumlah daerah semakin berputus asa, akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan disertai pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) secara berulang-ulang. Mereka harus menempuh berbagai jalan pahit hanya demi bertahan hidup, karena tak ada pemasukan dari sektor wisata.

Sejumlah pelaku wisata di kawasan Kaliurang, Hargobinangun, Pakem, Sleman mencurahkan isi hatinya (curhat) kepada GKR Mangkubumi, saat putri sulung Raja Kasultanan Yogyakarta, Sultan Hamengku Buwono X itu mengunjungi Tlogoputri, Kamis (29/7/2021). Mereka merasa kesulitan menghadapi pandemi Covid-19, hingga harus beralih pekerjaan menjadi tukang batu dan lainnya agar bisa menyambung hidup.

“Tolong kami, Ibu Ratu. Kami tidak ingin kehilangan penghasilan dari jip wisata. Sekarang, banyak rekan kami yang terpaksa banting setir jadi tukang batu dan pekerja lain agar bisa makan,” ungkap Riswanto yang mewakili para pengemudi jip wisata.

Sementara, Ganis Ristanto, pemilik warung makan di kawasan itu berharap kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) segera diakhiri. Dia merasa ketakutan jika ada anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menghampiri dan meminta kegiatan usahanya ditutup.

"Kami sudah berusaha, Gusti Ratu, bagaimana caranya protokol kesehatan bisa dijalankan di sini. Salah satunya dengan membuat jarak antarmeja makan, tapi masih saja dioprak-oprak waktu dihampiri patroli. Saya bingung, saya harus terus menggaji karyawan, sedang bila harus memberhentikan karyawan saya nggak tega," keluhnya.

Lurah Hargobinangun, Pakem, Sleman, Amin Sarjito menambahkan, lebih dari 80 persen warganya menggantungkan hidup pada sektor wisata. Ia meminta pihak terkait memberi solusi atas masalah perekonomian yang dialami warga.

"Warga kami khususnya yang berada di wilayah Kaliurang sudah menjerit akibat pandemi yang belum jelas kapan selesainya. Ibu Ratu bisa lihat sendiri, situasi Kaliurang sepi nyenyet seperti ini. Warga kolaps," jelas Amin.

Senada, Dukuh Kaliurang Timur, Anggara Daniawan menambahkan, jika pariwisata di Kaliurang tidak segera dipulihkan, dia khawatir efek berantai secara ekonomi maupun sosial bakal terjadi. Dari data yang dimilikinya, Anggara menjelaskan saat ini ada hampir 1.000 pelaku wisata Kaliurang terdampak langsung, terdiri dari 303 hotel dan penginapan, 400 pengemudi jip wisata, 74 pedagang jadah tempe, serta 208 warung kecil dan pengrajin cinderamata.

Rismulyono, pengurus sentra jadah tempe di kawasan itu mengatakan pihaknya membutuhkan bantuan modal agar bisa berjualan lagi. "Tabungan kami sudah habis untuk bertahan hidup selama pandemi dan PPKM, Gusti Ratu. Untuk itu, tolonglah kami para pengrajin jadah tempe untuk mendapatkan modal guna memulai lagi usaha setelah PPKM," kata Rismulyono.

Alih teknologi
Menanggapi berbagai keluh kesah itu, GKR Mangkubumi menyatakan agar masyarakat Kaliurang tidak menyerah. Dia meminta para pelaku wisata khususnya para pengrajin jadah tempe dan cinderamata untuk mengoptimalkan teknologi informasi guna memasarkan produknya.

Mangkubumi mengajak para pelaku usaha jasa wisata, terutama pedagang untuk melirik cara dan pasar baru, memanfaatkan teknologi. "Karena pandemi ini memaksa kita mengubah cara dan perilaku hidup, secara mendadak pula. Jadi kita yang harus pandai-pandai menyesuaikan,” ujar GKR Mangkubumi.

Pada kesempatan itu, ia juga membagikan 800 paket sembako melalui Gerakan Kemanusiaan Republik (GKR) Indonesia. Bantuan itu merupakan upaya GKR Mangkubumi dan putri Keraton Yogyakarta lainnya untuk merespons dampak ekonomi pandemi Covid-19 terhadap masyarakat. (ard)

Baca selengkapnya Tribun Jogja edisi Jumat 30 Juli 2021 halaman 04.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved