Yogyakarta
Sri Sultan HB X Upayakan Peningkatan Testing dan Tracing Covid-19 di DI Yogyakarta
Untuk menambah kapasitas dan kecepatan pemeriksaan sampel, Pemda DIY berencana untuk kembali mengadakan dua unit alat PCR robotik.
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X terus berupaya meningkatkan kuantitas testing dan tracing untuk memutus rantai penularan Covid-19.
Hal ini diungkapkan Sri Sultan saat dimintai tanggapan atas pernyataan Wakil Presiden Ma'ruf Amin terkait tingginya angka positivity rate DIY yang menyentuh 41 persen.
Sri Sultan menegaskan, pengetesan dilakukan tak hanya pada mereka yang terjangkit Covid-19.
Melainkan mereka semua yang pernah berkontak dengan pasien terkonfirmasi virus korona.
Baca juga: Update Covid-19 DI Yogyakarta 29 Juli 2021,Tambah 1.920 Kasus, 58 Pasien Dilaporkan Meninggal
"Kita memang mengejar (peningkatan testing dan tracing) itu, tapi juga harus tahu bahwa yang di-tracing tidak hanya kita yang tidak sehat, mereka yang diperkirakan berdekatan dengan orang yang kena Covid-19 itu juga di-tracing," ungkap Sri Sultan saat ditemui di kompleks Kepatihan, Kamis (29/7/2021).
Menurut Raja Keraton Yogyakarta ini, Pemda DIY telah memenuhi standar Organisasi Kesehatan Dunia WHO terkait jumlah testing yang dilakukan, yakni 15 orang per 1.000 penduduk tiap pekannya.
"Jumlah testing sudah lebih dari ketentuan WHO. Untuk testing average 7.500 sekian, kalau itu dibandingkan WHO kita sudah memenuhi syarat," jelasnya.
Pengetesan yang dilakukan oleh Pemda DIY juga telah melebihi standar yang ditetapkan oleh Kementerian Dalam Negeri yang diberlakukan saat PPKM berlever ini, yakni sebanyak 7.000 sampel perhari.
Kendati demikian, menurut Sri Sultan, Kementerian Kesehatan menargetkan angka pengetesan yang lebih tinggi, yakni mencapai 10.000 sampel perhari.
Baca juga: Peta Sebaran Kasus Harian Covid-19 di Indonesia Kamis 29 Juli 2021, Jabar Tertinggi, Jatim Kedua
"Kalau 10 ribu kita masih kurang, tapi kalau keputusan WHO dan Mendagri kita sudah memenuhi syarat. Bahkan kalau DIY 20 ribu per hari, ini masalah lagi, kan tenaganya tidak cukup untuk testing 20 ribu per hari karena prinsip makin banyak makin baik," tambahnya.
Untuk menambah kapasitas dan kecepatan pemeriksaan sampel, pihaknya berencana untuk kembali mengadakan dua unit alat PCR robotik.
Sebelumnya, Pemda DIY telah membeli dua unit alat tersebut dan telah disebar ke RS-RS di wilayah ini.
Sri Sultan menyebut bahwa masing-masing unit bisa memeriksa 500 hingga 1.000 spesimen dalam sehari.
Waktu pemeriksaannya pun tergolong singkat yakni selama 1 jam.
"Kemarin (adakan) dua sekarang mau nambah (jadi) empat karena masing-masing 1000-an sempel yang bisa diperiksa. Sehingga kita beli PCR robotik itu dua," tambahnya. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-alat-tes-covid-19-antigen.jpg)