Kriminalitas

Ibu Asal Sleman Menangis Sejadinya Menyaksikan Anak Semata Wayangnya Meninggal Penuh Luka Sayatan

Tidak ditemukan benda berbahaya misalnya pisau atau benda tajam lainnya di dekat korban.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
dok.istimewa
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Maryati lari ketakutan saat menyaksikan buah hatinya SYP dalam keadaan tak bernyawa dan bersimbah darah di ruang tengah rumahnya.

Ia panik dan menangis sejadinya, sembari meminta pertolongan tetangganya dan menuju ke rumah ketua rukun tetangga (Rt) Dusun Kedulan, Desa Tirtomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Rabu (28/7/2021).

"Bu Mar lari nangis, tolong, tolong seperti itu. Dia menuju ke rumah saya. Saya sedang duduk di rumah langsung saya pastikan ke rumah," kata ketua Rt 08, Rw 29 Dusun Kedulan, Sriyono saat diwawancara Kamis (29/7/2021).

Ia bersama warganya langsung mendatangi rumah Maryati, saat itu seorang warganya memastikan keselamatan SYP yang diketahui sudah terkapar di ruang tengah.

Saat dipastikan nadi dari bocah malang itu sudah tidak berdenyut lagi, Sriyono langsung menghubungi Polsek Kalasan.

Baca juga: Bersimbah Darah, Remaja 16 Tahun di Sleman Ditemukan Meninggal Saat Ditinggal Pergi Orang Tuanya

"Saya melihat kondisinya gak tega. Korban tergeletak di ruang tengah. Ditemukan itu sekitar jam 20.00," jelasnya.

Menurut pengakuan Sriyono, sesaat SYP ditemukan dalam keadaan meninggal, ia sendirian di rumah, karena ibunya sedang pergi bersama seseorang. 

Anehnya, baik Sriyono maupun tetangga Maryati tidak mendengar adanya keributan atau kegaduhan lain terkait penyebab kematian bocah malang tersebut.

"Semua kaget, karena gak ada keributan apa-apa. Bahkan rumah sebelah juga gak mendengar apa-apa," terang dia.

Ia melanjutkan, berselang 30 menit kemudian pihak kepolisian dari Polsek Kalasan tiba di lokasi kejadian.

Mereka langsung mekakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban dan beberapa barang di sekitarnya.

Dari pengamatan Sriyono, tidak ditemukan benda berbahaya misalnya pisau atau benda tajam lainnya di dekat korban.

"Enggak ada pisau. Saya hanya lihat dia sudah bersimbah darah. Lukanya di tangan kiri sama kepala. Sekarang sudah dibawa ke RS Bhayangkara dan dimakamkan hari ini," jelasnya.

Baca juga: Ditreskrimum Polda DIY Periksa Sampel Darah dan Seprai Korban Dugaan Penganiayaan di Sleman

Sepiring Nasi Masih Utuh

Seorang saksi lain bernama Semi (53) menuturkan, saat ditemukan kondisi di dalam rumah Maryati tak ada satu pun barang-barang yang berserakan.

Bahkan ia menyaksikan sepiring nasi masih utuh tergeletak di meja tengah, tidak jauh dari posisi SYP yang terkapar tak berdaya.

"Saya gak tahu, barang-barang juga gak tahu apa ada yang hilang. Tapi adanya nasi sepiring masih utuh. Meja juga gak berantakan," ungkapnya.

Semi melihat darah anak yang kini duduk di bangku kelas IX SMP itu sudah mulai mengering dibalut selimut.

"Luka terbuka, darah semua. Darah itu sudah kering. Saya masuk itu sudah dipangku ibunya. Saya pegang nadinya udah gak ada," terang dia.

Dikatakan olehnya SYP mengalami luka sayatan di bagian tangan dan kepalanya.

SYP merupakan anak tunggal dari Maryati dan suaminya yang sudah meninggal beberapa tahun silam.

Kasus dugaan penganiyaan yang mengakibatkan kematian itu kini sedang ditangani Polres Sleman dan Polda DIY.

Pagi tadi pihak kepolisian masih menggelar olah TKP, sementara informasi yang dihimpun Tribunjogja.com, jenazah SYP sore ini akan diberangkatkan dari RS Bhayangkara Polda DIY untuk dimakamkan. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved