Tanggapan Warga Gunungkidul Soal Waktu Makan 20 Menit: Lebih Baik Dibungkus
Tanggapan Warga Gunungkidul Soal Waktu Makan 20 Menit: Lebih Baik Dibungkus
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pelaku usaha kuliner di area terbuka di Kabupaten Gunungkidul kini diizinkan membuka layanan makan di tempat.
Meski demikian, pengunjung dibatasi maksimal 3 orang serta waktu makan selama 20 menit.
Lilis (21), salah satu pedagang jajanan di Taman Kuliner (Tamkul) Wonosari merasa adanya kelonggaran itu tidak memberi pengaruh apa pun pada pendapatan usahanya.
"Rasanya sama saja, malah saat ini pembelinya makin sepi dibanding awal PPKM Darurat," kata Lilis ditemui pada Selasa (27/07/2021).
Ia mengaku memahami aturan itu dibuat untuk mengurangi potensi penularan COVID-19. Namun pada satu sisi, ia merasa waktu makan selama 20 menit terlalu singkat.
Sebabnya, kebanyakan pengunjung ingin menikmati makan dan suasana yang ada. Apalagi di Tamkul Wonosari, Lilis menyebut kebanyakan pembelinya dari usia remaja yang senang bersantai sambil makan.
"Kebanyakan juga dibawa pulang ketimbang makan di sini, baru satu-dua orang saja yang makan di tempat," ujarnya.
Marni (41), pedagang makanan lainnya merasakan dampak tipis dari kelonggaran tersebut. Sejak aturan makan di tempat 20 menit diberlakukan, sejumlah pelanggannya kembali membeli dari tempatnya.
Baca juga: Masih Pandemi COVID-19, Peringatan Hari jadi ke-217 Kabupaten Klaten Digelar Sederhana
Baca juga: Batalyon Bhara Daksa Akpol 1991 Salurkan 100 Paket Sembako dan Masker bagi Warga di Kulon Progo
Padahal, saat awal PPKM Darurat, jumlah pembeli turun drastis. Sebab mereka lebih menyukai untuk makan di tempat sembari menikmati suasana ketimbang hanya dibawa pulang.
"Waktu itu, kalau saya kasih tahu hanya boleh take away, malah tidak jadi beli," kata warga asal Tanjungsari ini.
Meski kelonggaran aturan belum memberi dampak signifikan, Marni memilih untuk tetap mengikutinya. Ia hanya berharap, aktivitas usahanya bisa segera kembali normal.
Seperti yang terlihat hari ini, beberapa pembeli tampak datang dan menikmati makanan dari Marni. Namun tak lupa ia memberitahu pengunjung tentang adanya aturan baru itu.
"Ya saya kasih tahu kalau makan di tempat cuma bisa 20 menit, sama yang penting patuh prokes (protokol kesehatan)," ujar Marni.
Pendapat serupa juga dilontarkan, Putri (16) pelajar asal Kapanewon Panggang yang tengah mampir ke Tamkul. Menurutnya, durasi makan selama 20 menit di lokasi bukanlah waktu yang cukup.
Ia mengatakan waktu 20 menit membuat aktivitas makan jadi tergesa-gesa. Menurutnya, setidaknya dibutuhkan waktu minimal 30 menit untuk menikmati makanan di lokasi pusat jajanan.
"Kalau aturannya seperti itu, ya saya memilih tetap bungkus bawa pulang," kata Putri. (Tribunjogja/Alexander Ermando)