Breaking News:

Jawa

Pengelola Wisata Nepal Van Java Harapkan Tak Ada Lagi Perpanjangan PPKM

PPKM membuat objek wisata (obwis) di Kabupaten Magelang harus ditutup sementara, satu di antaranya obwis Nepal Van Java.

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM
Keindahan Dusun Butuh, Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang yang kerap disandingkan dengan indahnya Nepal dan deretan pegunungan Himalayanya. Foto diambil pada bulan November 2019 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang lakukan perpanjang masa pembatasan masyarakat hingga 02 Agustus 2021 mendatang.

Adanya kebijakan ini, membuat objek wisata (obwis) di Kabupaten Magelang harus ditutup sementara, satu di antaranya obwis Nepal Van Java.

Penangggungjawab serta pengelola wisata Nepal Van Java, Lilik Setyawan  mengatakan, sektor wisata menjadi satu di antara sektor  lain yang belum mendapatkan kelonggaran untuk beroperasi.

"Kan, selama PPKM sektor wisata memang ditutup ya tidak ada operasi sama sekali. Berbeda, dengan pelaku usaha seperti pedagang yang masih diizinkan berjualan. Sehingga, kami harapkan tidak ada lagi  perpanjangan," ujarnya kepada Tribunjogja.com, pada Senin (26/07/2021).

Baca juga: Tutup Selama PPKM Darurat , Wisata Nepal Van Java Manfaatkan untuk Perbaikan Fasilitas

Ia mengaku, jika keadaan wisata terus ditutup dampaknya tidak hanya pada keadaan ekonomi masyarakat namun juga kondisi sosial.

Apalagi, sebagian besar masyarakat menggantungkan hidupnya dari kunjungan wisatawan.

"Kalau ditutup terus pasti sulit untuk berjalan ke depannya," terangnya.

Ia menambahkan, meskipun bantuan dari pemerintah sudah diterima untuk membantu meringankan beban masyarakat sekitar.

Namun, bantuan yang diterima belum merata dan minim informasi.

Baca juga: Ikuti Imbauan Pemkab Magelang, Penutupan Wisata Nepal Van Java Diperpanjang

"Sudah, ada (warga) yang menerima bantuan yang untuk UMKM terdampak sebesar 1,2 juta. Tetapi, belum maksimal dimanfaatkan oleh warga karena keterbatasan informasi dan kuota. Jadi, belum semua masyarakat mendapatkannya,"ungkapnya.

Ia pun berharap, pemerintah bisa secepatnya mengatasi permasalahan pandemi Covid-19.

Agar kegiatan masyarakat bisa kembali normal dan kondusif.

"Kami sangat mematuhi dan mendukung segala aturan ini (penanganan Covid-19) yang dilakukan pemerintah. Tentunya, dibalik itu semua diharapkan ada hasil yang lebih baik, sehingga kasus Covid-19 di Indonesia bisa teratasi," urainya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved