Erupsi Gunung Merapi
UPDATE Gunung Merapi: Gempa Vulkanik Dalam Tinggi, Guguran Lava Munculkan Gemuruh di Kaliurang
Jumlah gempa vulkanik dalam (Vb) di Gunung Merapi (2.960 mdpl) pada Sabtu (24/7/2021) tercatat cukup tinggi. Pada periode pemantauan pukul 00.00 WIB
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jumlah gempa vulkanik dalam (Vb) di Gunung Merapi (2.960 mdpl) pada Sabtu (24/7/2021) tercatat cukup tinggi.
Pada periode pemantauan pukul 00.00 WIB hingga 12.00 WIB, sudah terjadi 27 kali gempa Vb. Gempa vulkanik dalam biaanya mengindikasikan aktivitas magma di permukaan intens.
Gempa-gempa jenis ini terjadi di kedalaman kurang 1,5 kilometer dari permukaan gunung. Gempa akibat guguran juga sangat tinggi, tercatat berjumlah 80 kali gempa guguran.
Baca juga: Tak Mampu Berobat, Penarik Becak yang Positif Covid-19 di Kota Yogyakarta Ini Meninggal di Becaknya
Suara gemuruh atau “kemrosak” didengar berulang-ulang sejak Sabtu pagi hingga siang di kawasan Kaliurang dan sekitar alur Kali Boyong dan Dusun Turgo.
Wisnu dan Slamet P, warga Kaliurang Barat, Hargobinangun, Pakem, Sleman, mengatakan, suara berisik dari arah gunung itu terdengar sangat keras menjelang pukul 12.00 WIB.
“Suara kemrosak (berisik/gemuruh) terdengar sejak pagi hingga siang. Sebagian tidak terlihat karena ada awan di puncak barat daya,” kata Slamet, yang akrab disapa Mbah Slamet Pee.
“Ngriwik terus sinyalnya,” imbuh Mbah Slamet menyebut istilah Jawa yang artinya sinyal seismik kerap melengking-lengking tanda ada getaran akibat aktivitas kegempaan di Gunung Merapi.
Arah guguran besar sepanjang Sabtu itu umumnya ke lereng barat daya atau barat. Secara visual tidak terlalu tampak, karena bagian barat daya puncak gunung tertutupi awan.
Namun dari rekaman seismik, gelombang sinyalnya tinggi dan durasinya sangat panjang. Kepulan debu warna putih kecokelatan beberapa kali membubung sepanjang lereng barat daya.
Angin di bagian atas gunung bertiup ke barat dan barat laut. Pantauan langsung Tribun dari spot Kali Talang, Balerante, Kemalang, Klaten, guguran material besar ke arah tenggara terjadi pukul 09.50 WIB.
Batu-batu besar berjatuhan, menggelinding beradu cepat menuju hulu Kali Gendol. Debu vulkanik mengikuti guguran itu memenuhi bukaan kawah Merapi hasil erupsi 2010.
Peristiwa ini bisa dilihat menggunakan mata telanjang, sangat jelas, didukung cuaca saat itu sangat cerah di sektor tenggara dan timur.
Data Pemantauan Merapi Sabtu dan Jumat
Berikut data lengkap laporan BPPTKG Yogyakarta hasil pemantauan elektronik maupun visual periode pukul 00.00 WIB hingga 12.00 WIB.
Pada periode pengamatan 00.00 WIB hinigga 06.00 WIB tercatat 38 kali gempa guguran amplitudo 3-26 mm dan lama gempa 21-159 detik.
Terjadi 5 kali gempa hembusan, amplitudo 4-5 mm, dan lama gempa 14-31 detik. Kemudian 1 kali gempa low frequency amplitudo 22 mm dan lama gempa 9 detik.
Baca juga: PSS Sleman Akan Gelar Lelang Untuk Bantu Penanganan Covid-19 di DI Yogyakarta
Tercatat 40 kali gempa hybrid/fase banyak amplitudo 3-22 mm, lama gempa 5-12 detik. Berikutnya yang menarik, selama enam jam itu terjadi 11 kali gempa vulkanik dangkal amplitudo 24-75 mm, durasi 6-16 detik.
Stasiun seismik BPPTKG Yogyakarta juga mencatat ada gempa tektonik jauh amplitudo 9 mm berdurasi 120 detik. Detil episentrum dan waktunya tidak dilaporkan.
Berikutnya data pengamatan periode pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB, teramati 2 kali guguran lava ke arah barat daya jarak luncur maksimal 2.000 meter.
Baca juga: Kongres Asprov PSSI DIY Diundur Bulan Agustus 2021
Data kegempaan periode ini gempa guguran ada 42 kali amplitudo 3-31 mm berurasi 13-141 detik,
Gempa hembusan sebanyak 5 kali amplitudo 5-9 mm berdurasi 11-23 detik.
Gempa hybrid/fase banyak berjumlah 46 kali amplitudo 3-26 mm durasi 5-11 detik.
Gempa vulkanik dangkal di periode ini, atau enam jam Sabtu oagi hingga siang, terjadi lebih banyak dibanding periode sebelumnya, yaitu 16 kali amplitudonya 32-75 mm berdurasi 8-19 detik.
Sementara hari sebelumnya, Jumat (23/7/2021) selama 24 jam terjadi dua kali guguran cukup besar berjarak luncur maksimal 1.800 meter ke barat daya.
Sementara kegempaan tercatat sangat tinggi, yaitu 128 kali gempa guguran amplitudo 3-55 mm berdurasi antara 13-177 detik.
Gempa hembusan terjadi 19 kali, amplitudo 3-7 mm berdurasi 14-41 detik. Gempa low frekuensi hanya 1 kali.
Sedangkan gempa hybrid/fase banyak terjadi 154 kali, amplitudo 3-34 mm durasi 4-12 detik.
Untuk gempa vulkanik dangkal tercatat 48 kali, amplitudo 22-75 mm berdurasi 5-27 detik. (Tribunjogja.com/xna)