Breaking News:

Erupsi Gunung Merapi

Gunung Merapi Luncurkan Guguran Lava Pijar 10 Kali ke Barat dan 11 Kali ke Tenggara

Teramati 10 kali guguran lava pijar berjarak luncur 1.300 meter ke Barat Daya dan ke Tenggara sebanyak 11 kali berjarak luncur 1.000 meter.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
Twitter BPPTKG
Kondisi Gunung Merapi yang diamati dari PGM Ngepos pada Kamis 22 Juli 2021. Visual Gunung Merapi tampak, cuaca redup, suhu idara 20°C, kelembaban 90%rh, tekanan udara 959.5 hpa, angin tenang. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi (2.968 mdpl) di perbatasan DIY dan Jawa Tengah masih terus menunjukkan aktivitas erupsi hingga pagi ini, Kamis (22/7/2021).

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi ( BPPTKG ), Hanik Humaida, menyampaikan pada periode pengamatan pagi ini pukul 00.00-06.00 WIB, teramati 10 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur  1.300 meter ke arah Barat Daya, dan ke arah Tenggara sebanyak 11 kali dengan jarak luncur 1.000 meter.

"Gunung teramati jelas. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan ketinggian 100 meter di atas puncak. Periode pengamatan pagi ini 4 kali guguran lava pijar," katanya.

Pada periode ini, cuaca di Gunung Merapi cerah dan berawan.

Baca juga: Gunung Merapi Luncurkan Dua Kali Guguran Lava Pijar

Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah Barat Laut. 

Suhu udara 13-19°C, kelembaban udara 66-88 persen, dan tekanan udara 627-687 mmHg.

Aktivitas kegempaan yang terjadi di antaranya 59 gempa guguran, 3 gempa hembusan, 58 gempa hybrid/fase banyak dengan durasi 5 hingga 10,8 detik.

Hanik menyampaikan, Gunung Merapi sampai saat ini masih berstatus siaga (level III).

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.

Baca juga: Update Terbaru Gunung Merapi, Luncurkan Lava Pijar Sejauh 1200 Meter ke Tenggara

"Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi," ungkap Hanik.

Ia menambahkan, penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam kawasan rawan bencana (KRB) III direkomendasikan untuk dihentikan.

Selain itu, pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

"Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," tutup Hanik.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved