Breaking News:

Feature

Sugiyono Ucapkan Ijab Kabul Dalam Jarak 4 Meter, Karena Tengah Jalani Isoman

PANDEMI Covid-19 berikut harus diakui memang membuat aktivitas masyarakat tak seleluasa sebelumnya. Termasuk prosesi pernikahan warga.

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Agus Wahyu
dok.istimewa
AKAD NIKAH - Suasana akad nikah Sugiyanto dan Ngatini oleh KUA Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, Minggu (18/7/2021) lalu. Sugiyanto saat itu sedang menjalani isolasi mandiri. 

Pandemi Covid-19 berikut harus diakui memang membuat aktivitas masyarakat tak seleluasa sebelumnya. Hal ini juga turut berpengaruh pada prosesi akad nikah yang harus dilakukan dengan cara sedikit tak biasa.

MINGGU (18/7/2021) lalu, menjadi hari tak terlupakan bagi Sugiyanto asal Tuban, Jawa Timur. Pada hari itu, ia dan kekasihnya, Ngatini, warga Nanggulan, Kabupaten Kulon, bakal mengikat hubungan dalam biduk pernikahan.

Mereka sudah mempersiapkan semuanya untuk proses akad nikah. Namun, sehari menjelang tanggal akad nikah, hasil uji swab antigen Sugiyanto ternyata menunjukkan bahwa ia positif terinfeksi Covid-19 dengan status orang tanpa gejala (OTG).

Uji swab antigen memang digunakan sebagai syarat pernikahan di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat darurat. Sugiyanto mau tak mau harus menjalani isolasi mandiri di ruangan terpisah di kediaman calon mertuanya.

Tak berputus asa, kedua mempelai menginginkan prosesi akad nikah tetap berjalan sesuai rencana semula dan mereka berkonsultasi dengan KUA Nanggulan. Pihak KUA tetap mengupayakan pelayanan prima bagi calon pengantin tersebut, meski kondisi serba terbatas dan harus meminimalkan risiko.

Penghulu KUA Nanggulan, Marjuki bercerita, setelah mengetahui pengantin pria positif Covid-19, ia melakukan pengecekan ke rumah warga tersebut. Hal ini untuk memastikan kondisi calon pengantin dan keluarganya memungkinkan prosesi akad nikah tetap berjalan sesuai permintaan calon pengantin.

"Saat itu saya langsung karuhkan kondisi rumah dan calon pengantin serta keluarganya, ternyata memungkinkan akad nikah dilangsungkan Minggu (18/7)," katanya, Selasa (20/7/2021).

Dirinya lalu membuat skenario agar acara akad nikah tetap berjalan dan aman dari penyebaran Covid-19. Marjuki juga berkoordinasi dengan satuan tugas (satgas) Covid-19 kalurahan setempat.

Akad nikah dan pengucapan ijab kabul keesokan harinya berjalan lancar dalam waktu kurang dari 20 menit saja. Acara hanya dihadiri enam orang saja, yakni calon pengantin pria dan wanita, penghulu, wali, dan dua orang saksi.

"Jadi kami atur duduknya berjarak kurang lebih 4 meter. Waktu itu, calon pengantin pria saya minta duduk di depan pintu rumah, tapi masih di dalam teras. Sementara, saya di luar teras. Karena pengantin prianya OTG, ia menerima kabulnya juga sendiri, tidak diwakilkan," ucap Marjuki yang juga menjabat sebagai Kepala KUA Nanggulan ini.

Penandatanganan dokumen nikah juga harus dilakukan setelah pengantin pria selesai menjalani isolasi. Sedangkan tanda tangan wali dan saksi tetap dilakukan, mengingat mereka harus segera pulang ke asalnya masing-masing.

"Itu juga saya masih jaga protokol kesehatan (prokes). Setelah tanda tangan, pulpen dan kertas yang ditandatangani saya semprot pakai hand sanitizer, meski mereka (wali dan saksi) tidak positif Covid-19," ucapnya.

Dihubungi secara terpisah, sang pengantin pria, Sugiyanto mengaku sempat ragu dan berpikir bahwa akad nikahnya bakal batal. “Padahal, acaranya sudah dirancang sejak lama. Tapi bagaimana lagi, kondisinya seperti ini," kata dia.

Ia pun kini merasa lega karena sudah melangsungkan acara akad nikah di tengah pandemi Covid-19 dan dirinya juga terkonfirmasi terinfeksi virus tersebut. Dia menyebut acaranya berjalan lancar dan aman. (Sri Cahyani Putri Purwaningsih)

Baca selengkapnya Tribun Jogja edisi Rabu 21 Juli 2021 halaman 04.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved