Breaking News:

Pemkab Magelang Terapkan Perpanjangan PPKM, Pedagang Kecil Minta Diperhatikan

Pemerintah kembali menerapkan aturan PPKM Level 4 yang menjadi lanjutan dari kebijakan pembatasan sebelumnya yakni PPKM Darurat.

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Nanda Sagita Ginting
Marni Ningsih (56), pedagang cendera mata di kawasan wisata Candi Mendut, Mungkid, Kabupaten Magelang, sedang menata dagangannya, Rabu (21/07/2021) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemerintah kembali menerapkan aturan PPKM Level 4 yang menjadi lanjutan dari kebijakan pembatasan sebelumnya yakni PPKM Darurat.

Adapun, PPKM Level 4 berlangsung mulai hari ini (21/07/2021) hingga (25/07/2021) mendatang.

Menanggapi adanya perpanjangan ini, pedagang kecil minta diperhatikan oleh pemerintah.

Baca juga: Jawab Kebutuhan RS, PLN Kembali Salurkan Bantuan 12 Ton Oksigen di Jawa Tengah

Satu di antaranya Marniningsih (56) pedagang cendera mata di kawasan wisata Candi Mendut, Mungkid, Kabupaten Magelang.

Ia mengatakan, selama adanya pembatasan kondisi keuangannya terganggu akibat tidak adanya pemasukan.

"Sebenarnya ada sedikit rasa kecewa dengan keputusan perpanjangan pembatasan ini. Karena, sejak adanya pandemi kondisi keuangan tidak pernah stabil. Apalagi, ada pembatasan seperti ini, tempat wisata juga ditutup jadi sulit cari rezeki," ujarnya kepada Tribun Jogja, pada Rabu (21/07/2021).

Ia menambahkan, sebaiknya penerapan pembatasan diikuti dengan memberikan bantuan kepada masyarakat.

Apalagi, pedagang di lokasi wisata yang bergantung pada kunjungan wisatawan.

"Kami minta diperhatikan, karena pemasukan kami sama sekali tidak ada. Selama ini bertahan hanya mengandalkan tabungan, kalau begini terus kemungkinan besar bisa gulung tikar," terangnya.

Baca juga: PPKM Level 4, Wakil Wali Kota Yogyakarta Berikan Pilihan Ke Masyarakat Soal Pelonggaran Aktivitas

Ia mengatakan, sebelum pandemi pemasukannya bisa sampai Rp 100 ribu per hari. Kemudian, sebelum PPKM pendapatannya bisa Rp 30 ribu per hari.

Sementara itu, saat pemberlakuan PPKM pendapatannya sama sekali tidak ada atau nihil.

"Kalau sekarang pulang tidak bawa apa-apa. Ini (kios) dibuka biar barang dagangan tidak berdebu saja. Tentu, harapannya dengan perpanjangan  pembatasan bisa memulihkan kondisi, karena sangat berat sekali bagi kami, jika terus seperti ini," pungkasnya. (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved