Breaking News:

Wamenkes Dorong Warga Tak Ragu Lakukan Tes Swab pada Anak Bila Bergejala Covid-19

Dari data terbaru yang dimiliki Tribun Jogja, setidaknya ada 9 orang anak di DIY dipastikan sudah terpapar virus corona varian Delta.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Muhammad Fatoni
Shutterstock
Ilustrasi alat tes Covid-19 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wakil Menteri Kesehatan, dr Dante Saksono Harbuwono, mendorong masyarakat untuk tidak ragu melakukan tes swab pada anak-anak yang memiliki gejala tes Covid-19.

Hal ini dia sampaikan dalam webinar Kagama Telekonseling seri ketiga bertopik ‘Isolasi Mandiri pada Anak: Dos and Donts’, Minggu (18/7/2021).

Hal ini lantaran penyebaran virus corona juga bisa menimpa anak.

Bahkan, dari data terbaru yang dimiliki Tribun Jogja, setidaknya ada 9 orang anak di DIY dipastikan sudah terpapar virus corona varian Delta.

Diketahui, varian Delta dari virus corona ini menjadi salah satu Variant of Concern (VoC) yang diklasifikasikan WHO.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono (HB) X, sempat menduga bahwa varian ini yang menyebabkan kasus positif Covid-19 di DIY melonjak pesat.

“Tes swab pada anak bisa turut memutus rantai penularan dengan mencegah transmisi ke orang sekitarnya. Maka, bila anak terpapar virus corona, penanganannya dapat dilakukan lebih dini,” jelasnya.

Dante meminta kepada semua pihak untuk memperluas edukasi dan pendampingan keluarga guna meningkatkan kemampuan melakukan isolasi mandiri pada anak yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Upaya 3T test, trace dan treatment ini juga perlu dilakukan kepada anak-anak,” katanya.

Tak hanya itu, dia turut memaparkan, selama pandemi Covid-19 ini, terjadi penurunan pemenuhan hak kesehatan pada anak.

Seperti imunisasi dasar lengkap, pemberian asi eksklusif, penimbangan bayi dan tablet tambah darah untuk anak perempuan.

“Imunisasi dasar anak turun cukup banyak. Di tahun 2019, ada 93,7 persen, namun angka tersebut turun menjadi 83,3 persen di tahun 2020,” ungkapnya lagi.

Kemudian, untuk pemberian asi eksklusif pada bayi juga turun yang semula 67,3 persen pada tahun 2019, menjadi 64,3 persen di tahun 2020.

Ironisnya, kasus kekerasan pada anak perempuan meningkat selama setahun. Data pada tahun 2019, ada 1.417 kasus kekerasan dan meningkat menjadi 2.341 kasus di tahun 2020. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved