Breaking News:

Di Tengah Pandemi, Ratusan Organisasi Nonlaba dan Yayasan Ikuti Finansial Coaching secara Daring

Laporan keuangan organisasi nonlaba termasuk Yayasan bisa untuk mengetahui sehat tidaknya organisasi/Yayasan tersebut terutama dari sisi finansial. 

Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Atik Sri Purwantiningsih SE MAcc Ak CA ASEAN CPA CT CFP saat Webinar Financial Coaching dengan tema "Yayasan Berkelas Siap Naik Kelas", Kamis (15/7/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Laporan keuangan organisasi nonlaba termasuk Yayasan bisa untuk mengetahui sehat tidaknya organisasi/Yayasan tersebut terutama dari sisi finansial. 

Tetapi kenyataannya banyak organisasi nonlaba yang tidak memiliki laporan keuangan organisasi.

Mareka hanya membuat laporan keuangan proyek.

Hal itu disampaikan Pemilik Kantor Jasa Akuntan ASP, Atik Sri Purwantiningsih SE MAcc Ak CA ASEAN CPA CT CFP saat Webinar Financial Coaching dengan tema "Yayasan Berkelas Siap Naik Kelas", Kamis (15/7/2021).

Mereka yang mendaftar untuk mengikuti acara ini ada 251 peserta  yang terdiri dari 206 peserta Yayasan dan 45 peserta umum.

Baca juga: Info Prakiraan Cuaca BMKG DI Yogyakarta Hari Ini Sabtu 17 Juli 2021, Potensi Hujan Ringan di Sleman

Peserta berasal dari seluruh Indonesia dari Aceh hingga Papua ini dipandu dalam merancang pengelolaan keuangan dengan Metode Growth-Mindset  yakni cara berpikir berkembang, tumbuh dan terbuka, siap menerima tantangan dan pelajaran baru yang belum pernah dikuasai, tahan menghadapi rintangan dan tidak banyak mengeluh, melihat usaha sebagai bagian untuk menjadi mahir, mau menerima nasehat dan belajar dari kritikan, mendapat pelajaran dan inspirasi dari kesuksesan orang lain, jelas Atik yang mengembangkan Platform Sekolah Finansial ini.

Atik mengatakan selama pandemi Covid-19 pihaknya sering mengadakan webinar yang terkait dengan pengelolaan keuangan secara gratis.

Khusus dari Yayasan sudah ada ratusan peserta yang sudah ikut.

"Karena itu kami menemukan potret Organisasi nonlaba saat ini belum mempunyai sistem keuangan yang memadai secara tertulis, sudah mempunyai sistem keuangan secara tertulis namun belum sesuai implementasi, belum mempunyai anggaran tahunan organisasi, belum menyusun cash flow forecast,dan sebagainya," bebernya.

Selanjutnya Ketua Ikatan Akuntan Indonesia Korwil DIY Dr Hardo Basuki M Soc Sc CSA Ak CA mengemukakan saat ini memang tidak mudah untuk bertahan.

Baca juga: UPDATE Gunung Merapi 17 Juli 2021, Muntahkan 6 Kali Guguran Lava Pijar 1,5 Km ke Barat Daya

Semua kalangan dan bisnis di berbagai sektor ikut berdampak dengan Covid-19.

"Tetapi kita tidak boleh patah semangat. Kita harus mempunyai mindset yang berkembang, pola pikir untuk terus maju dan berinovasi dengan menggunakan Growth Mindset," katanya saat memberikan sambutan.

Lebih lanjut  Hardo mengatakan sektor yayasan merupakan sektor yang paling penting di negara Indonesia.

Karena itu para pengurus dan pengelolanya harus mempunyai tujuan yang sama, visi misi yang harus dicapai untuk jangka pendek, menengah dan panjang.

"Saya sangat berharap melalui webinar ini, dengan adanya platform edukasi keuangan baru yaitu sekolah finansial, menjadi angin segar untuk membantu meningkatkan literasi keuangan di sektor organisasi Nonlaba," tutur Hardono. (Rls)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved