Breaking News:

Update Corona di DI Yogyakarta

BREAKING NEWS : Pemda DIY Temukan 20 Kasus Varian Delta Virus Corona di Yogyakarta

Ada 20 orang terpapar Varian delta Covid-19, dengan rincian 11 kasus pada orang dewasa dan 9 kasus pada anak-anak.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
Freepik.com
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah DI Yogyakarta secara resmi mengumumkan penemuan virus corona Varian delta di DIY.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam keterangan yang didapat Tribunjogja.com, Sabtu (17/7/2021).

Sultan mengatakan, ada 20 orang terpapar Varian delta, dengan rincian 11 kasus pada orang dewasa dan 9 kasus pada anak-anak.

“Pemda DIY menerima laporan dan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Rabu (14/7/2021), hasil Whole Genome Sequencing (WGS) Sars-CoV-2 terhadap 25 pasien mengindikasikan bahwa 20 orang telah terpapar Varian delta,” katanya.

Baca juga: Varian Covid-19 Delta Sudah Masuk DI Yogyakarta, Begini Kata Menkes

Rincian 25 sampel pasien yang dites itu terdiri dari 15 orang dewasa dan 10 anak-anak.

Adapun metode WGS yang digunakan adalah Amplicon-based dan dilaksanakan di Laboratorium WGS Pokja Genetik Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM).

Menurut Sultan, spesimen yang diambil berasal dari berbagai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta

Pengambilan sampel spesimen dilaksanakan pada bulan Juni dan uji sampel dilaksanakan mulai tanggal 5 Juli 2021. 

Selanjutnya, hasil pengetesan dilaporkan oleh Dekan FKKMK Universitas Gadjah Mada kepada Menteri Kesehatan Republik Indonesia pada tanggal 10 Juli 2021. 

Dilanjutkan, pemeriksaan WGS tersebut melibatkan spesimen pasien terkonfirmasi positif yang memenuhi persyaratan.

Baca juga: Update Covid-19 DI Yogyakarta 17 Juli 2021, Tambah 2.532 Kasus Konfirmasi, 85 Pasien Meninggal

Itu juga telah merujuk pada pedoman yang ditetapkan melalui Surat dari Badan Litbangkes Kemenkes RI nomor SR. 01.07/II/1290/2021, dimana pemeriksaan harus memenuhi kriteria, seperti melibatkan orang yang baru mendarat dari negara asing.

Kemudian, spesimen diambil dari lokasi atau komunitas masyarakat tertentu yang mengalami fenomena penularan secara cepat dan telah menginfeksi kelompok yang sebelumnya tidak masuk kategori rentan, semisal anak-anak.

Syarat lain, orang yang sudah divaksin SARS Cov-2 tetapi terinfeksi Covid-19, penyintas Covid-19 yang mengalami reinfeksi serta kasus kematian Covid-19 dengan komorbid penyakit menular lain seperti HIV, TBC dan lain- lain.

“Merujuk pada pesatnya pertambahan kasus positif Covid-19 di DIY secara merata akhir-akhir ini, tidak menutup kemungkinan telah terjadi penyebaran varian mutasi virus tersebut,” beber Sultan. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved