Pandemi Covid-19 Tak Surutkan Komunitas Gerakan Berbagi Untuk Bagikan Ratusan Nasi Kotak
Lebih dari setahun pandemi Covid-19 melanda. Namun pandemi itu tak menyurutkan semangat dari Komunitas Berbagi Untuk Warga membantu terhadap sesama.
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Lebih dari setahun pandemi Covid-19 melanda. Namun pandemi itu tak menyurutkan semangat dari Komunitas Berbagi Untuk Warga membantu terhadap sesama.
Mereka membantu masyarakat yang terdampak di Kabupaten Kulon Progo dengan membagikan lebih dari 100 paket nasi kotak dan masker secara gratis.
Aksi ini juga dilakukan seiring pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.
Ketua Komunitas Gerakan Berbagi Untuk Warga, Wuri Atmaja mengatakan ratusan paket itu dibagikan di sejumlah titik. Salah satunya Pasar Wates.
Baca juga: PAHAMI, Ini Penjelasan Kemenkes Soal Kriteria Kontak Erat Covid-19 dan Apa yang Harus Dilakukan
Dengan menyasar tukang becak, buruh pasar, pedagang dan warga yang melintas di depan pasar tersebut.
Diharapkan bantuan yang diberikan, sedikit bisa meringankan beban masyarakat saat ini.
"Semoga dengan pemberian bantuan nasi kotak ini dapat membantu meringankan masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19," ucapnya, Kamis (15/7/2021).
Selain itu dengan melihat perkembangan kasus Covid-19 yang belakangan ini mengalami peningkatan, Komunitas Gerakan Berbagi Untuk Warga juga melakukan sosialisasi pentingnya penerapan protokol kesehatan (prokes) kepada masyarakat.
Sebab, hanya penerapan prokes yang bisa dilakukan untuk menekan laju penyebaran Covid-19 saat ini.
Sementara itu seorang warga yang menerima paket nasi kotak dan masker, Sunarto (53) mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan kepadanya.
Baca juga: Kapolri dan Panglima TNI Petakan Kebutuhan Masyarakat yang Terdampak PPKM Darurat
Sebab dalam kondisi pandemi dan berlangsungnya PPKM darurat ini cukup berdampak pada penghasilannya sebagai tukang becak.
Pria yang berdomisili di Demangrejo, Kapanewon Sentolo ini mengaku biasanya ia bisa mendapatkan penghasilan sebesar Rp 60 ribu per hari. Namun saat ini hanya Rp 30 ribu saja.
"Sehingga dari bantuan ini sedikit bisa meringankan beban kami," ungkapnya. (scp)