Kasus Perusakan Ambulans SAR DIY, Polisi Langsung Cek Lokasi Kejadian

Jajaran Satuan Reserse Kriminal Polsek Piyungan bergerak cepat menyikapi adanya informasi dugaan perusakan ambulans

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Relawan SAR DIY menunjukkan kondisi mobil usai diserang oleh oknum tak dikenal, Selasa (13/7/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Jajaran Satuan Reserse Kriminal Polsek Piyungan bergerak cepat menyikapi adanya informasi dugaan perusakan ambulans ketika membawa pasien dan melintas di jalan Prambanan - Piyungan.

Aparat langsung turun ke tempat kejadian perkara guna mencari informasi. 

"Kami sudah monitor (dugaan perusakan ambulans). Ini sudah kami tindaklanjuti. Kami sudah turun ke TKP menanyakan informasi ke warga sekitar," kata Kanit Reskrim Polsek Piyungan, Iptu Wahyu Tri Wibowo, dihubungi Selasa (13/7/2021) malam. 

Menurut Wahyu, hingga pukul 20.40 WIB pihaknya belum menerima laporan resmi soal dugaan perusakan ambulans.

Kendati demikian, jajarannya sudah mengetahui informasi tersebut dan langsung bergerak ke lokasi kejadian. 

Nantinya, kata dia, apabila sudah ada laporan, maka otomatis pihak kepolisian akan segera menindaklanjuti, mencari informasi dan saksi-saksi untuk mengidentifikasi pelaku.

"Ya, (kami akan upayakan menangkap pelaku) dengan informasi yang baru kami cari ini. Nantinya mengarah ke siapa pelakunya," kata dia. 

Diketahui, ambulans bertuliskan SAR DIY diduga diganggu dan dirusak orang tak dikenal saat membawa pasien, pada Selasa (13/7/2021) sore. Aksi perusakan terjadi di jalan Prambanan - Piyungan. 

Baca juga: Polda DIY Instruksikan Jajarannya Lacak Pelaku Penyerangan Mobil Ambulans SAR DIY

Baca juga: BREAKING NEWS: Mobil Ambulans SAR DIY Dirusak Pengendara Motor Saat Bawa Pasien ke Rumah Sakit

Baca juga: Kronologi Penyerangan Ambulans SAR DIY Saat Bawa Pasien

Komandan SAR DIY Brotoseno saat dikonfirmasi membenarkan kejadian perusakan tersebut.

Ia menjelaskan, pada Selasa sore ambulans SAR DIY sedang menjalankan tugas untuk mengantar pasien bernama Muhamad Mansyur.

Ambulans yang dikendarai relawan Indonesia itu mengantar pasien tersebut ke RSUD Prambanan.

Namun setelah dilakukan observasi, RSUD Prambanan tidak bisa menerima pasien lagi karena ruang perawatan penuh.

"Betul. Itu relawan kami. Kejadian sore tadi, mobil kami dihadang hingga dirusak bagian belakangnya sampai nyaris pecah kacanya," kata dia, dihubungi Tribun Jogja. (Tribunjogja/Ahmad Syarifudin)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved