Ini 4 Alasan Mengapa Film “Luca” Harus Masuk Daftar Tontonanmu
Disney dan Pixar merilis film animasi Luca pada pertengahan 2021, berikut alasan mengapa kamu harus menontonnya.
Penulis: Alifia Nuralita Rezqiana | Editor: MGWR
TRIBUNJOGJA.com – The Walt Disney Company telah mematahkan stereotip perempuan lemah lembut yang duduk diam menantikan pangeran penyelamat.
Seperti diketahui, dahulu film garapan Disney memang lekat dengan karakter perempuan “lemah”. Hal ini terlihat dalam film Snow White (1937), Cinderella (1950), dan Sleeping Beauty (1959).
Film-film tersebut menggambarkan perempuan sebagai sosok yang baik hati, lemah lembut, dan hanya menantikan kehadiran pangeran tampan untuk menyelamatkan hidupnya.
Namun sejak era 1990-an hingga sekarang, Disney mulai menunjukkan perubahan melalui kemunculan film The Little Mermaid (1989), Aladdin (1992), Pocahontas (1995), Mulan (1998), Frozen (2013), Moana (2016), sampai Cruella yang dirilis tahun ini.
Selain menonjolkan kesetaraan gender, film-film Disney kini juga mulai mengeksplorasi ragam budaya dunia yang dikemasnya dalam film animasi.
Contohnya, film Coco (2017) yang merepresentasikan budaya Mexico, kemudian film Raya (2021) yang merepresentasikan budaya Asia Tenggara.
Baca juga: Ini Alasan Film Disney Masih Digemari Orang Dewasa
Pada pertengahan 2021, Disney pun kembali merilis film animasi. Kali ini, Disney ingin menghadirkan budaya Italia dalam filmnya yang berjudul Luca. Film ini merupakan hasil kerja sama Disney dengan Pixar Animation Studios.
Disutradarai Enrico Casarosa, seorang storyboard artist yang mulai debut menjadi sutradara, film Luca menceritakan petualangan seorang monster laut bernama Luca dan sahabatnya Alberto yang penasaran dengan kehidupan di luar laut.
Melansir dari Rogerebert.com pada Jumat (18/6/2021), suatu hari Luca dan Alberto bermimpi ingin membeli vespa untuk bersama-sama keliling dunia. Namun, karena rencana ini ditentang oleh orangtua Luca, mereka pun melarikan diri ke Kota Portorosso.
Di Kota Portorosso, Luca dan Alberto bertemu dengan seorang gadis tomboi bernama Giulia. Gadis ini berambisi untuk memenangkan The Portorosso Cup, sebuah perlombaan multi olahraga (triathlon) Italia yang terdiri dari renang, bersepeda, dan makan pasta.
Demi mendapatkan cukup uang untuk membeli vespa, Luca dan Alberto pun bergabung dengan Giulia untuk bersama-sama berjuang mengalahkan juara bertahan The Portorosso Cup, yaitu Ercole Visconti.
Sementara itu, Enrico Casarosa mengatakan dalam wawancara bersama Disney News pada Rabu (28/4/2021), bahwa Luca terinspirasi dari kisah masa kecilnya bersama sang sahabat yang bernama Alberto. Tak heran, ia pun menamakan tokoh sahabat Luca dengan nama yang sama.
“Alberto mendorong saya untuk keluar dari zona nyaman. Saya mungkin tidak akan berada di sini jika tidak belajar mengejar mimpi darinya. Persahabatan mendalam seperti inilah yang ingin saya tunjukkan di (film) Luca,” kata Enrico Casarosa.
Dirangkum Tribun Jogja dari beberapa sumber, berikut empat alasan mengapa film Luca harus ada dalam daftar tontonan kamu selama menghabiskan waktu di rumah.
Baca juga: 5 Rekomendasi Drama Korea Komedi Romantis Terpopuler yang Bikin Baper dan Ngakak
1. Pesan positif tentang kesehatan mental
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/poster-film-luca.jpg)