Erupsi Gunung Merapi
Update Gunung Merapi 11 Juli 2021, Terjadi 8 Kali Guguran Lava Pijar Selama 6 Jam Terakhir
Gunung Merapi teramati meluncurkan 8 kali guguran lava pijar selama 6 jam periode pengamatan, tepatnya pada pukul 00.00-06.00 WIB, Minggu (11/7/2021).
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi teramati meluncurkan delapan kali guguran lava pijar selama enam jam periode pengamatan, tepatnya pada pukul 00.00-06.00 WIB, Minggu (11/7/2021).
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaida merinci, tiga guguran terpantau mengarah ke barat daya dengan jarak luncur maksimum sejauh 1 km.
Sedangkan lima guguran mengarah ke tenggara dengan jarak maksimum sekitar 800 meter.
"Gunung tampak jelas. Asap kawah tidak teramati," terangnya.
Kemudian, hasil amatan meteorologi menunjukkan cuaca cerah dan berawan di sekitar gunung setinggi 2968 mdpl tersebut.
Baca juga: Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Guguran, Jarak Luncur 1,1 Km ke Barat Daya
Angin bertiup sedang ke arah barat.
Suhu udara 13-20 °C, kelembaban udara 74-76 %, dan tekanan udara 836-916 mmHg.
Menimbang hasil pengamatan itu, tingkat aktivitas Gunung Merapi yang ditetapkan masih berada di Level III atau Siaga.
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
"Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," paparnya. ( Tribunjogja.com )