Ketua Komisi A DPRD DIY Minta Masyarakat Bijak Bermedsos di Tengah Pandemi Covid-19
Di masa pandemi Covid-19, interaksi melalui dunia maya, termasuk media sosial (medsos) menjadi pilihan utama. Sebab, kehadiran medsos
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Di masa pandemi Covid-19, interaksi melalui dunia maya, termasuk media sosial (medsos) menjadi pilihan utama.
Sebab, kehadiran medsos dapat mengurangi interaksi fisik yang dapat meningkatkan potensi penularan Covid-19.
Namun, keberadaan berita bohong atau hoax masih menjadi momok di tengah masyarakat. Hoax juga berpotensi memunculkan pemahaman yang salah tentang situasi pandemi yang terjadi.
Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto pun mengingatkan masyarakat untuk bijak dalam bermedsos. Sebab, informasi hoax yang disebarluaskan dapat mempengaruhi upaya penanganan pandemi.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Eko merekomendasikan agar Pemda DIY menggandeng tokoh masyarakat setempat untuk melakukan edukasi tata cara bermedsos.
Menurutnya, aktivitas bermedsos hendaknya didasari oleh nilai-nilai budi pekerti maupun Pancasila.
Baca juga: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Apresiasi Penyekatan di Perbatasan Prambanan Klaten
"Memanfaatkan teknologi informasi khususnya medsos harus didasari oleh budi pekerti. Jari-jari digerakkan oleh nalar dan budi pekerti. Kita juga punya Pancasila, itu juga harus dicerminkan dalam bersosmed," ujar Eko dalam acara Warta Parlemen yang disiarkan secara daring oleh Tribun Jogja, Kamis (8/7/2021). .
Masyarakat, lanjut Eko, perlu membaca dan memilah informasi yang didapat sebelum memutuskan untuk menyebarluaskannya.
Upaya penegakan hukum pun perlu ditingkatkan untuk menangkal persebaran informasi hoax.
"Tipsnya adalah saring sebelum share. Karena menurut UU ITE dilarang menyebar hoax. Sanksinya tegas," terangnya.
"Polri harus menindak tegas kepada siapalun pembuat informasi fitnah, hoax, dan lainnya. Karena dalam situasi darurat dan berbahaya saat ini, tentu sangat berdampak lingkungan sosial dan keselamatan orang," tambahnya.
Lebih jauh, Eko mendorong agar Pemda DIY membuat kanal informasi yang dapat menjadi acuan masyarakat untuk memperoleh informasi terkait pandemi Covid-19.
Harapannya, masyarakat bisa mengakses informasi terkait Covid-19 dengan mudah, tepat, dan akurat. Hal ini bisa ditempuh dengan mewujudkan media center, atau pusat informasi yang berkaitan dengan Covid-19.
"Intinya bagaimana Pemda dapat memberikan informasi yang akurat dan benar tentang pencegahan dan penanggulangan Covid," ungkap Eko.
Menurutnya, segala informasi terkait Covid-19 sangat dibutuhkan masyarakat. Bahkan dalam hal yang tergolong sederhana sekalipun.
"Tata cara menggunakan masker misalnya. Dalam perkembangannya dulu hanya dua lapis tapi sekarang jadi lapis tiga agar efektif. Ini hal sederhana tapi penting," paparnya.
Informasi lain, misalnya tata cara dan persyaratan isolasi mandiri di rumah juga tak kalah penting. Informasi tersebut justru sangat dibutuhkan masyarakat karena saat ini lonjakan kasus terkonfirmasi tengah terjadi.
Masyarakat juga memerlukan informasi ketersediaan RS dan selter ketika dirinya merasa sakit. Sehingga data ketersediaan RS dan selter pun harus terus diperbarui secara real time.
"Sehingga masyarakat bisa dapat gambaran yang utuh dan mengetahui apa yang harus dilakuan sesuai dengan informasi yang disampaikan," terangnya.
Dalam situasi darurat seperti saat ini, pemerintah juga dituntut untuk terus menyampaikan informasi secara akurat dan menenangkan. Ini dilakukan untuk mencegah kepanikan di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY, Rony Primanto Hari menambahkan, media sosial dapat dianalogikan sebagai pedang bermata dua.
Di satu sisi medsos, bisa mempermudah kehidupan masyarakat. Namun jika disalahgunakan mampu menimbulkan kerugian.
Salah satu masalah yang ditimbulkan akibat penyalahgunaan medsos adalah penyebaran berita hoax.
Rony mengungkapkan, hingga saat, Kementerian Informasi dan Komunikasi telah mengidentifikasi dan mengklarifikasi lebih dari 2.700 berita hoax sejak awal pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia.
Adapun 700 diantaranya, merupakan hoax terkait vaksin.
"Penyebaran hoax sangat luar biasa. Oleh karena itu harus kita lawan. Pemerintah sudah coba melawan tapi tanpa partisipasi masyarakat menjadi tidak mungkin. Masyarakat juga perlu berperan aktif menangkal hoax," terangnya.
Untuk menangkal hoax, pihaknya terus berupaya meningkatkan literasi digital masyarakat Yogya. Yakni melalui upaya pembinaan dan sosialisasi.
"Kita juga kerja sama berbagai stakeholder penegak hukum untuk menindak oknum yang ditengarai menyebar hoax," katanya.
Pihaknya juga menyediakan kanal informasi Covid-19 melalui website corona.jogjaprov.go.id yang memberitakan perkembangan kasus positif di DIY.
Media sosial yang dimiliki Diskominfo DIY juga dimanfaatkan untuk menyebarluaskan informasi terkait perkembangan dan upaya penaganan Covid-19.
Terkait usulan dari Komisi A tentang media center Covid-19, Rony mengaku akan mengupayakannya.
"Akan koordinasikan berbagai stakeholed agar terwujud pusta informasi penanganan Covid yang terintegrasi. Akan kita integrasikan ke sebuah sistem terpadu," jelasnya.
Guna mendorong masyarakat memanfaatkan medsos untuk keperluan positif, Diskominfo DIY telah menggelar lomba membuat konten yang pesertanya menyasar generasi muda.
Dalam rangka memperingati Bulan Pancasila 2021 misalnya, Kominfo DIY menyelenggarakan Lomba Gelar Budaya Pancasila 2021 bertajuk Keistimewaan Pancasila, Berbagi, dan Gotong Royong.
Adapun kegiatan yang diadakan meliputi, lomba konten Tik Tok dengan tema indahnya toleransi, lomba konten kreatif video bertema Semangat Berbagi Menuju Indonesia Tangguh, dan Lomba penulisan blog bertajuk Bangkit Melawan Pandemi dengan Gotong Royong. Pemenangnya pun telah ditentukan.
Baca juga: Relawan Bagi Nasi untuk Mereka yang Terpaksa Harus Tetap Bekerja di Malioboro Saat PPKM Darurat
Peraih Juara I Lomba Konten Kreatif Video,Thibburruhany menghadiri proses penyerahan hadiah di DPRD DIY. Dirinya membuat video vlog bertema semangat berbagi.
Thibbur mengaku mengikuti lomba karena tertarik dengan tema yang diusung.
"Temanya bagus, tentang Pancsila, gotong royong, dan pandemi. Itu semua relate (berhubungan)," jelasnya.
Dia berharap agar video yang dibuatnya bisa menginspirasi dan dipraktekkan oleh masyarakat yang menontonnya.
Adapun peraih Juara I Lomba Penulisan Blog Syapaseisa Maisura mengajak generasi muda untuk terus bijak dalam bermedsos. Cara ini dianggap dapat membantu upaya penanganan Covid-19 yang dilakukan.
"Generasi muda harus bijak dalam bermedsos dan mengembangkan semangat gotong royong di tengah situasi pandemi yang mengharuskan untuk bisa bijak dalam menyebarkan informasi," terangnya. (tro)