Headline

Demam Berdarah Renggut Nyawa Dua Balita, Kulon Progo Catatkan 126 Kasus DBD

Kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) terus muncul di Kulon Progo di tengah pandemi Covid-19.

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Agus Wahyu
Shutterstock
Ilustrasi DBD 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO – Kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) terus muncul di Kulon Progo di tengah pandemi Covid-19. Hingga Juni 2021, Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo mencatat ada 126 kasus akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti itu, tiga orang di antaranya meninggal dunia.

Angka kasus ini terbilang tinggi. Adapun pada 2020 lalu ada 322 kasus sepanjang tahun, dengan angka kematian sejumlah tiga orang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, Rina Nuryati mengatakan kasus DBD itu terhitung dari Januari hingga Juni 2021 dan jumlahnya terbilang fluktuatif. Setiap bulan masih ditemukan kasus tersebut.

Adapun tiga pasien yang meninggal dunia kata Rina berdomisili di Kapanewon Wates, yakni dua bayi berusia kisaran satu tahun dan satu remaja berusia 13 tahun. "Domisilinya di Wates semua. Yang dua orang dengue shock syndrome dan satu orang ada yang ketumpangan Covid-19," ucapnya saat dihubungi, Rabu (7/7/2021).

Rina menyebut, pasien DBD kebanyakan takut untuk memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) selama pandemi Covid-19. Hal itu karena gejala DBD hampir sama dengan Covid-19.

Namun begitu, Rina memastikan petugas fasyankes nantinya akan melakukan pemeriksaan penunjang untuk membantu menentukan diagnosisnya. Ia menyampaikan sebaran wilayah penyakit DBD cukup tinggi di tujuh dari 12 kapanewon di Kulon Progo, yakni Wates, Pengasih, Lendah, Nanggulan, Panjatan, Temon, dan Sentolo.

Dengan adanya temuan kasus DBD tersebut ia mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada. Diperlukan pemeriksaan jentik-jentik nyamuk di masing-masing wilayah. Kemudian, apabila ada masyarakat yang mengalami demam setelah dua hari agar segera dibawa ke fasyankes.

Sampai saat ini, masih ada masyarakat yang takut pergi ke fasyankes, sehingga penanganan terlambat dan bisa berakibat fatal. “Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar selalu menjaga imunitas di tengah pandemi Covid-19 yang mengalami lonjakan kasus,” kata Rina.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Puskesmas Wates Susilo Pradyarto mengatakan, kasus DBD di Wates disebabkan angka bebas jentik (ABJ) di wilayah tersebut rendah. Rata-rata di bawah 50 persen. Tidak ada jalan lain memberantas DBD kecuali meningkatkan ABJ, karena penyakit itu berasal dari gigitan nyamuk.

Agar terlepas dari kasus DBD, masyarakat menurutnya perlu menaikkan ABJ sampai minimal 98 persen, bahkan 100 persen. "Kalau ABJ tercapai, sudah pasti DBD hilang. Oleh sebab itu, progres pemberantasan DBD di Wates, masyarakat digerakkan untuk ABJ setiap rumah tangga minimal 98 persen," tandasnya.

Kabupaten lain
Catatan Tribun Jogja, kasus DBD memang masih tinggi di sejumlah kabupaten di DIY. Sebanyak 810 kasus muncul pada 2020 di Sleman, dengan dua orang meninggal dunia. Sedangkan di 2021 hingga April lalu secara total sudah ada 119 kasus, meski belum ditemukan pasien meninggal dunia.

Dinas Kesehatan Sleman terus berupaya untuk menekan angka DBD, di antaranya lewat program 'Si Wolly Nyaman' yang merupakan penerapan metode Wolbachia. Kepala Dinkes Sleman, Joko Hastaryo berharap program ini bisa menekan angka kasus hingga level terendah.

Kasus DBD juga masih muncul di Gunungkidul, tercatat 35 kasus sepanjang Januari-April 2021. Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty menyebut kasus baru DBD yang dilaporkan di Gunungkidul terjadi penurunan signifikan.

Adapun tanda-tanda penurunan itu sudah terpantau sejak akhir 2020 lalu. Dewi mengatakan pihaknya sudah mensosialisasikan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), berkoordinasi dengan kapanewon hingga kalurahan. Meski saat ini masih pandemi Covid-19, Dewi pun berharap masyarakat tetap waspada terhadap potensi penularan penyakit lain, termasuk penularan DBD. (scp/nto/alx)

Selengkapnya baca Tribun Jogja edisi Kamis 7 Juli 2021 halaman 04.

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved