PSIM Yogyakarta
AP Dewa Berambisi Menjadi Pelatih Seperti Seto Nurdiyantoro Selepas Pensiun Nanti
Pemain senior PSIM Yogyakarta, Aditya Putra Dewa memiliki ambisi besar kelak ketika dirinya pensiun nanti, yakni menjadi seorang pelatih sepak bola.
Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemain senior PSIM Yogyakarta, Aditya Putra Dewa memiliki ambisi besar kelak ketika dirinya pensiun nanti, yakni menjadi seorang pelatih sepak bola.
Menariknya, ambisi itu tidak serta merta datang begitu saja. Dewa sapaan akrabnya memiliki sosok pelatih ideal yang membuatnya terpicu agar mengambil porfesi kepelatihan sepak bola selepas gantung sepatu.
Ialah Seto Nurdiyantoro, seorang pelatih yang kini tengah menukangi PSIM sejak tahun lalu. Namun sebelumnya, Dewa telah mengenal sosok pelatih asal Kalasan, Sleman itu semenjak dirinya masih membela PSS Sleman di Liga 2 tahun 2018 silam.
Baca juga: Daftar Harga Mobil Bekas di Bawah Rp 70 Jutaan
Kala itu PSS Sleman masih diarsiteki oleh Seto Nurdiyantara, di sana Dewa kerap menjadi andalannya di posisi bek kiri, meski begitu Dewa kerap membantu penyerangan PSS lewat umpan-umpan silangnya.
"Coach Seto adalah role model saya jika kelak saya menjadi pelatih sepak bola, saya sangat berharap bisa menjadi seperti beliau," ujar Dewa tempo hari.
Bagi Dewa, Seto merupakan pelatih yang memiliki kecerdasan yang mampu memahami dan membuat para pemain mengeluarkan semua potensinya di lapangan.
Penampilan Dewa di PSS Sleman dalu termasuk apik, lantaran saat diberi tugas sebagai pemain belakang tak lantas membuat Dewa absen mencetak angka.
Saat itu Dewa merupakan eksekutor tendangan bebas terbaik yang dimiliki PSS Sleman. Bahkan sosok pemain 31 tahun ini sering menjadi pemain yang terlibat dalam proses penciptaan peluang.
Bahkan beberapa waktu lalu, saat PSIM menjamu Bali United dalam laga uji coba di Stadion Mandala Krida, Dewa berhasil mencetak angka lewat tendangan bebas.
Dari sana bisa dilihat bagaimana Seto dapat mengerahkan kemampuan dari Dewa, serta ia dapat memenuhi ekspektasi dirinya sendiri dengan skeman yang diterapkan.
"Dari sana saya banyak belajar dari coach Seto, dan saya sudah lama juga bekerja sama dengan beliau," katanya.
Selain itu, sosok Seto menjadi salah satu faktor yang membuat Dewa mau bergabung ke PSIM Yogyakarta.
"Yang buat saya nyaman di PSIM dan Yogyakarta itu salah satu dapat bekerja sama dengan Coach Seto," tegasnya.
Hingga saat ini, Dewa sudah berkarir di Yogyakarta selama lebih dari tiga tahun, dan berharap dengan angka itu dapat menghabiskan masanya di Yogyakarta dengan bermain di PSIM dan dilatih oleh Seto Nurdiyantara.
"Saya berkarir di Yogyakarata sudah sampai tiga tahun, dulu pertama kali di PSS Sleman. Nah sekarang di PSIM sudah jalan dua tahun, harapannya bisa lama di sini, kalau memang rezeki saya bisa main lebih lama di sini ya alhamdulillah," harapnya.