Breaking News:

Anda Punya Masalah dengan Jasa Keuangan? Laporkan Via Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) semakin gencar memperkenalkan Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK) dan Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Tangkapan Layar
Kepala OJK DIY, Parjiman dalam webinar ‘Pentingnya Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan, Kemana Kita Mengadu?: Pengenalan APPK dan LAPS-SJK’, Selasa (6/7/2021) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) semakin gencar memperkenalkan Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK) dan Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan (LAPS SJK).

Keduanya bisa dijadikan sebagai kanal pengaduan konsumen apabila sedang tersangkut masalah sengketa dengan perusahaan jasa keuangan.

“Perkembangan sektor jasa keuangan saat ini tumbuh pesat. Banyak produk dan layanan keuangan ditawarkan kepada masyarakat, tapi di sisi lain, masih banyak juga yang belum paham produk itu,” kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY, Parjiman, Selasa (6/7/2021).

Baca juga: Fabiano Beltrame Telah Berlatih di Solo, Resmi Berseragam Persis?

Dia mengatakan hal tersebut dalam webinar ‘Pentingnya Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan, Kemana Kita Mengadu?: Pengenalan APPK dan LAPS-SJK’ yang bisa ditonton di kanal YouTube Tribun Jogja Official.

Kurangnya literasi, kata dia, menyebabkan terjadinya perselisihan lembaga jasa keuangan dengan nasabah.

Perselisihan bisa terjadi apabila perusahaan tidak menjelaskan detail produk atau masyarakat tidak paham dengan produk tersebut.

“Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2019 menunjukkan indeks literasi keuangan di DIY sebesar 58,53 persen. Sementara, indeks inklusi keuangan 76,12 persen,” jelasnya.

Dari data itu, dapat disimpulkan bahwa persentase masyarakat yang memakai produk jasa keuangan cukup tinggi daripada persentase konsumen yang punya pengetahuan tentang manfaat produk itu.

“Ini mengindikasikan kelompok masyarakat yang mengunakan produk jasa keuangan tapi tak punya pengetahuan memadai terkait produknya cukup banyak,” jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved