Headline
Warga Isoman Belum Dapat Jatah Subsidi Jadup
Pemda DIY belum akan memberikan subsidi bagi pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah.
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Daerah (Pemda) DIY belum akan memberikan subsidi bagi pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah. Di DKI Jakarta dan Jawa Barat, pasien isoman diberi subsidi berupa obat dan suplemen gratis dari pemerintah setempat.
Asisten Sekretaris Daerah DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Tri Saktiyana menuturkan, sementara ini pasien yang menjalani isoman akan terus dipantau kesehatannya oleh Puskesmas terdekat. Kebutuhan hidup pasien termasuk obat dan suplemen ditanggung secara mandiri.
"Jadi untuk isoman kami pantau terus. Tapi untuk DIY sementara pembiayaan masih mandiri. Kami pantau dari fasyankes setempat untuk beri bimbingan," jelas Tri Saktiyana, Senin (5/7/2021).
Kendati demikian, pasien dapat memanfaatkan selter karantina yang dikelola pemerintah jika kediamannya tak layak untuk dijadikan tempat isolasi. Saat ini Pemda DIY melalui Dinas Sosial DIY menyokong kebutuhan logistik di 40 selter isolasi yang tersebar di Sleman, Gunungkidul, dan Bantul.
Adapun kapasitas masing-masing selter berkisar 50 orang. Tri melanjutkan, saat ini Pemda DIY juga memiliki program untuk membentuk hingga sebanyak 78 selter karantina. "Ini DIY support untuk vitamin, APD (alat pelindung diri), termasuk makan dan minum baik untuk pasien maupun tenaga yang membantu di selter," jelasnya.
Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie, menuturkan, sebelumnya pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berjanji mengirim bantuan obat-obatan untuk pasien yang menjalani isolasi di selter. Namun hingga saat ini, janji tersebut belum terealisasikan.
"Sampai saat ini belum terima obat bantuan dari Kemenkes. Beberapa selter kita adakan dari APBD untuk vitamin dan APD. Untuk obat belum ada kiriman dari pusat," jelasnya.
Perlu perhatian
Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana, meminta Pemda DIY untuk memperhatikan keberadaan pasien Covid-19 yang menjalani isoman di kediamannya masing-masing. Sebab, kondisi di lapangan menunjukkan banyak warga yang kesulitan menjalani isoman. Bahkan ada yang nekat untuk tetap mencari nafkah karena keterbatasan ekonomi.
Fenomena itu dikhawatirkan akan memperparah kondisi penularan Covid-19 di DI Yogyakarta. Terlebih saat ini penambahan kasus harian terus bertahan di angka tertinggi.
"Isoman memang sudah sangat banyak terbantu oleh sistem sosial dengan gotong royong warga, tetapi dengan kasus yang sangat banyak, warga juga sudah mulai terasa berat. Bukan tidak mau menolong tetapi kondisi ekonomi mereka yang juga sangat sulit saat ini," terang Huda.
Menurutnya, lonjakan kasus yang terjadi berimbas pada hampir penuhnya RS rujukan Covid-19.
Otomatis pasien banyak yang tidak mendapat perawatan dan terpaksa menjalani isoman.
"Sudah sangat banyak kasus isolasi mandiri tidak terpantau oleh fasilitas kesehatan dan meninggal di rumah. Fenomena ini sangat memprihatinkan dan menyedihkan," terangnya.
Huda pun meminta agar Pemda DIY dapat memberikan dukungan bantuan kebutuhan pokok untuk warga yang menjalani isoman agar pelaksanaannya menjadi lebih efektif. Karena kebutuhan hidupnya terjamin, pasien pun tidak perlu keluar rumah untuk mencari nafkah.
"Kita pahami kalau untuk membantu jadup setiap warga anggaran Pemda tidak mampu, tetapi kalau untuk membantu jadup untuk warga isolasi mandiri sangat mampu," paparnya.
Selain itu, proses pemberian bantuan harapannya dapat menggunakan mekanisme dan metode yang sederhana dan dapat dipertanggungjawabkan. Misalnya bantuan dipersyaratkan bagi warga yang dapat menunjukkan hasil tes antigen positif dan rekomendasi dari dukuh setempat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/salah-satu-pelaku-perjalanan-yang-melaksanakan-isolasi-mandiri-di-kulon-progo.jpg)