Honda Grand 'Lowrider', Artnarchy Custom Garage 'Jejali' Sepeda Lowrider dengan Mesin
Kreativitas menghasilkan banyak inovasi baru. Tak terkecuali di skena kustom. Tengok saja garapan Artnarchy Custom Garage yang menyematkan mesin motor
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Kurniatul Hidayah
Di antara bagian tersulit yang dikerjakan ialah pengerjaan pembuatan frame atau rangka. Sebab, lengkungan pada bagian frame digarap secara manual.
"Pengerjaan frame digarap secara manual, bagaimana lengkungan frame dibuat bagus. Kalau ngeroll pakai alat itu semacam ada distorsi, lengkung tapi tampak patah-patah, itu jadi nggak menarik," ujar pria kelahiran Pemalang, Jawa Tengah ini.
Baca juga: Cegah Lonjakan Gula Darah Pemicu Diabetes Tipe 2 dengan Cara Ini
Nah satu lagi bagian yang paling menarik, namun menantang dalam proses pengerjaan ialah suspensi depan. Sebab, Honda Grand 'Lowrider' ini menggunakan girder fork yang biasa digunakan pada sepeda lowrider.
"Selain pengerjaan frame, bagian tersulit ialah bagian girder fork. Tantangannya ialah membuat bagian girder fork ini bekerja dengan baik, dan ternyata itu tidak semudah yang dipikirkan," ungkap Bowo.
'Modal Seneng'
Mulai menggeluti dunia kustom sepeda motor sejak duduk di bangku kuliah sekira tahun 2005 silam, Bowo ternyata sama sekali tak memiliki basic otomotif. Diakuinya, modal utamanya hanya satu yakni 'modal seneng'.
Bahkan menariknya lagi, ia justru memiliki latar belakang pendidikan yang jauh dari otomotif, yakni seni lukis di ISI Yogyakarta dan sempat berkesenian hingga 2012 silam.
"Modal seneng motor saja, sejak kuliah memang mulai kustom motor chopper sendiri tahun 2005, ketika belum tren saat itu," kenang Bowo.
"Bahkan waktu bawa chopper ke kampus, saya sering diketawain," tambahnya.
Sebelum membuka bengkel ia bekerja di Jogja Art Lab, disana ia bertugas untuk mengecor patung dari bahan alumunium dan perunggu.
"Nah kemudian manajer saya namanya Boy itu punya motor kustom caferacer tapi nggak jadi-jadi, lalu saya inisiatif menawarkan diri untuk membantu kustom dan saya garap di rumah. Kebetulan sebagian tool sudah punya di rumah. Ketika motornya sudah jadi, temannya ternyata juga tertarik. Ya bisa dibilang getok tular, dari mulut ke mulut," ujar Bowo.
"Setelah garap motor ketiga, saya berpikir bahwa ternyata ini bisa untuk menyambung hidup. Di samping senang, dan bekerja pun tanpa tekanan juga. Berangkatnya memang bukan sepenuhnya cari duit, tapi saya juga mencari kepuasan," pungkasnya. (Han)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/honda-grand-lowrider-garapan-artnarchy-custom-garage.jpg)