Breaking News:

Persediaan Darah Menipis, PMI Gunungkidul Terus Mencari Pendonor

Stok darah yang tersedia di Palang Merah Indonesia (PMI) Gunungkidul kembali menipis. Upaya mencari pendonor untuk menjaga ketersediaan stok darah

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
Dok. Istimewa
ILUSTRASI donor darah 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Stok darah yang tersedia di Palang Merah Indonesia (PMI) Gunungkidul kembali menipis. Upaya mencari pendonor untuk menjaga ketersediaan stok darah pun terus dilakukan.

Ketua PMI Gunungkidul Iswandoyo mengatakan dinamika terus terjadi pada persediaan darah. Kendati begitu, stok yang ada selalu terbatas.

"Beberapa hari yang lalu, stok yang ada di Unit Donor Darah habis sama sekali. Kalau saat ini masih aman," katanya pada wartawan, Jumat (02/07/2021).

Baca juga: PPKM Darurat, Dinas Pariwisata Kulon Progo Usulkan Penutupan Sementara Destinasi Wisata

Iswandoyo mencontohkan persediaan pada Selasa (30/06/2021) lalu. Saat itu ada 24 kantong darah golongan A, 21 kantong darah golongan B, 25 kantong darah golongan O, dan 7 kantong darah golongan AB.

Menurutnya, keterbatasan terjadi karena situasi pandemi COVID-19. Sebab kegiatan donor darah massal dibatasi, tak hanya itu, jumlah pendonor juga berkurang.

"Sedangkan kebutuhan akan darah juga meningkat," ujar Iswandoyo.

Tak habis akal, pihaknya kini berupaya memenuhi persediaan darah dengan menghubungi pendonor aktif. Adapun pendonor aktif ini rutin menyumbangkan darahnya untuk PMI Gunungkidul.

Iswandoyo mengatakan hal itu dilakukan jika stok darah golongan tertentu kosong. Pihaknya pun sudah memiliki data para pendonor aktif tersebut, sehingga bisa langsung dihubungi.

"Lewat cara ini kami pastikan layanan pada masyarakat tetap berjalan," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Unit Donor Darah PMI Gunungkidul, Triyani Heny Astuti mengatakan pelaksanaan vaksinasi juga berpengaruh pada proses donor darah. Sebab mereka yang sudah divaksin tidak bisa langsung diambil darahnya.

Baca juga: DI Yogyakarta Terapkan PPKM Darurat, Sri Sultan Hamengku Buwono X: Punya Kesadaran dan Tidak Egois

Ia menjelaskan, warga yang sudah divaksin perlu menunggu setidaknya selama dua minggu untuk bisa mendonorkan darah. Alhasil, mereka yang ingin mendonor pun harus tertunda.

"Beberapa waktu ini ada yang perlu menunda jadwal donor karena baru menerima vaksin," jelas Triyani.

Terlepas dari situasi itu, ia tetap mengimbau masyarakat untuk ikut aktif memberikan donor darahnya. Sebab kebutuhannya terbilang tinggi.

Donor juga diperlukan untuk menjaga ketersediaan stok darah di PMI Gunungkidul. Termasuk memastikan seluruh kantong golongan darah tersedia saat dibutuhkan.

"Perlu ada dukungan dari masyarakat, mengingat kami tidak mungkin bekerja sendirian," kata Triyani. (alx)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved