Breaking News:

Pemkab Klaten Siap Laksanakan PPKM Darurat

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten, Jawa Tengah siap untuk menjalankan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di daerah itu.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Ilustrasi Berita Klaten 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten, Jawa Tengah siap untuk menjalankan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di daerah itu.

Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Pusat meminta PPKM Darurat diterapkan mulai Sabtu (3/2021) hingga Selasa (20/7/2021) di Pulau Jawa dan Bali.

"Pelaksanaan PPKM Darurat sudah dirapatkan (di tingkat kabupaten). Nanti camat dan kepala desa akan diarahkan secara vicon oleh ibu Bupati, perintah untuk eksekusi di lapangan," ujar Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Setda Klaten, Ronny Roekmito, saat Tribunjogja.com temui di Pemkab Klaten, Jumat (2/7/2021).

Baca juga: Daftar Obat Alami Anosmia, Hidung Tak Bisa Mencium Bau yang Bisa Dijajal di Rumah

Ronny mengatakan, secara garis besar pelaksanaan PPKM Darurat sama dengan aturan yang telah dikeluarkan oleh Bupati Klaten melalui PPKM Mikro beberapa waktu lalu.

"Seperti hajatan maksimal di PPKM Darurat 30 orang, kalau kita 20 orang maksimal. Jadi kita tetap pakai yang 20 orang. Untuk yang lainnya kita ikuti aturannya," jelasnya.

Disamping itu, kata Ronny, Pemkab Klaten juga menyiapkan GOR Gelarsena sebagai tempat isolasi terpusat.

GOR tersebut diprediksi bisa menampung hingga 100 pasien COVID-19 untuk menjalani isolasi terpusat.

Nantinya, GOR tersebut bakal disiapkan bilik-bilik sebagai sekat untuk pasien COVID-19. Satu bilik akan dihuni oleh satu orang.

Hanya saja, disinggung terkait berapa ukuran bilik-bilik di GOR tersebut, Ronny mengaku belum mengetahui.

"Untuk ukuran teknisnya saya belum dapat info. Itu teknisnya Disperwaskim yang mengatur. Kapasitasnya untuk 100 orang," ucapnya.

Disisi lain, kata Ronny, tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit rujukan COVID-19 di Klaten hingga saat ini mencapai 100 persen.

"BOR kita masih 100 persen. Saat ini kita juga maksimalkan untuk menambah ruang isolasi di kecamatan dan desa-desa," ucapnya.

Baca juga: Persediaan Darah Menipis, PMI Gunungkidul Terus Mencari Pendonor

Sebagaimana diketahui, berdasarkan rilis Satgas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Klaten Kamis (1/7/2021) menyebutkan terjadi penambahan  penularan COVID-19 sebesar 658 kasus sedang 110 kasus dinyatakan sembuh.

Sedangkan jumlah yang menjalani perawatan dan isolasi mandiri menjadi 4.747 kasus dan 838 kasus meninggal dunia. Total kasus yang terkonfirmasi COVID-19 di Kabupaten Klaten menjadi 15.744 kasus dan 10.159 kasus lainnya dinyatakan sembuh.

Adapun, status Klaten saat ini masih dinyatakan sebagai zona merah atau resiko tinggi penularan COVID-19. (Mur)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved