Breaking News:

Feature

Melihat Destinasi Menarik untuk Perkemahan dan Outbond yang Kian Akrab Berkat Dewi Tinalah

Menikmati keindahan panorama alam sembari berkegiatan di luar ruang bisa menjadi momen yang menggairahkan kembali semangat hidup.

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Agus Wahyu
ist
Desa Wisata Tinalah atau Dewi Tinalah merupakan desa wisata yang mengunggulkan wahana perkemahan seperti camping area, river tubing dan outbond 

Berkemah adalah sebuah kegiatan yang menyenangkan, apalagi kalau dilakukan bersama kawan-kawan dekat maupun keluarga. Menikmati keindahan panorama alam sembari berkegiatan di luar ruang bisa menjadi momen yang menggairahkan kembali semangat hidup.

TAK heran, berkemah menjadi pilihan sebagian orang untuk semakin mengeratkan tali kebersamaan dengan orang-orang dekatnya. Baik itu teman sekolah atau kampus, rekan satu komunitas, sahabat sepermainan, atau bahkan lingkaran keluarga. Keakraban antar personal terasa semakin nyata saat berkemah.

Bicara soal kemah dan kegiatan outdoor, Kulon Progo juga memiliki segudang destinasi yang patut dicoba. Satu di antaranya adalah Desa Wisata Tinalah atau biasa disebut Dewi Tinalah.

Desa wisata ini mengunggulkan wahana perkemahan seperti camping area, river tubing, dan outbond.
Jargonnya adalah pesona alam dan budaya, sehingga sangat cocok bila digunakan untuk agenda kopdar dan makrab.

Tak heran, beragam komunitas maupun mahasiswa menjatuhkan pilihannya di Dewi Tinalah untuk menjalin keakraban sesama rekannya. Marketing Dewi Tinalah, Bambang Dwi Hartono bercerita, Dewi Tinalah awalnya bernama Desa Wisata Purwoharjo.

Lokasinya memang berada di Kalurahan Purwoharjo, Kapanewon Samigaluh, Kulon Progo. Dewi Tinalah terletak di antara gugusan bukit Menoreh yang memang punya wajah alam nan cantik dan memesona.

Selain itu, Dewi Tinalah ini juga mengambil ikon Sungai Tinalah yang mengalir di sepanjang bumi perkemahan. Dengan pergantian nama tersebut, kunjungan wisatawan ke Dewi Tinalah semakin meningkat.

"Kami hampir setiap akhir pekan selalu ada wisatawan yang berkunjung. Namun, ketika pandemi Covid-19 melanda, sejak Maret-Desember 2020 lalu kami vakum, tidak ada kunjungan sama sekali," tuturnya.

Pengelola Dewi Tinalah menggunakan waktu kosong itu untuk proses berbenah dengan melibatkan BUMDes Purwoharjo.

Mudah dijangkau
Uniknya, Dewi Tinalah berada di area bukit paling bawah, sehingga tamu yang datang merasakan nyaman. Akses menuju lokasi masuk ke bumi perkemahan terbilang mudah dijangkau dan hanya satu pintu. Dengan begitu, dari sisi keamanan juga terjamin. Tamu yang datang bisa langsung menuju ke sekretariat Dewi Tinalah.

Selain itu, pengelola wisata juga menerapkan protokol kesehatan (prokes) berbasis Cleanliness (kebersihan), Health (kesehatan), Safety (keamanan), dan Environment Sustainability (keberlanjutan lingkungan) alias CHSE. Bambang berharap, wabah Covid-19 segera selesai, sehingga Dewi Tinalah bisa kembali melayani para pengunjung secara normal.

Seorang anggota dari Komunitas Semenoreh (Seminarium Sinema Menoreh), Sumanto merasa cukup puas dengan pelayanan yang diberikan oleh pengelola Dewi Tinalah beserta keindahan alam yang disuguhkannya. "Sambutannya sangat ramah, fasilitas memadai dan potensi alamnya luar biasa. Di sini (Dewi Tinalah) kita juga mendapatkan keakraban dengan merasakan suasana disini," ungkapnya.

Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Kulon Progo, Joko Mursito mengatakan untuk mengembangkan desa wisata tersebut, pihaknya akan melakukan peningkatan kapasitas bagi pelaku wisata di Dewi Tinalah. Pengelolanya akan diikutsertakan dalam berbagai pelatihan, seperti pelatihan outbound hingga tata kelola destinasi. (scp)

Baca selengkapnya Tribun Jogja edisi Sabtu 3 Juli 2021 halaman 04.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved