Penertiban Pesta Hajatan Masa Pandemi

Tim Gabungan Bubarkan Hajatan Pernikahan di Desa Kepanjen Delanggu Klaten

Hajatan pernikahan yang digelar di sebuah gedung di Desa Kepanjen, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten ditertibkan Tim Gabungan, Kamis (1/7/2021).

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Agus Wahyu
Tim Gabungan Bubarkan Hajatan Pernikahan di Desa Kepanjen Delanggu Klaten - menertibkan-pesta-hajatan-di-sebuah-gedung-di-desa-kepanjen.jpg
dok Satpol PP Klaten
LANGGAR PROKES - Petugas Gabungan menertibkan pesta hajatan di sebuah Gedung di Desa Kepanjen, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Kamis (1/7/2021).
Tim Gabungan Bubarkan Hajatan Pernikahan di Desa Kepanjen Delanggu Klaten - tim-gabungan-imbau-warga-klaten-patuhi-prokes-covid-19-dan-semprot-disinfektan-di-jalanan.jpg
Dokumentasi Humas Polres Klaten
Tim Gabungan menyemprot disinfektan di jalanan Klaten, Kamis (1/7/2021).

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Hajatan pernikahan yang digelar di sebuah gedung di Desa Kepanjen, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten ditertibkan oleh Tim Gabungan, Kamis (1/7) sekitar pukul 10.00 WIB. Penertiban dilakukan karena seluruh hajatan di Klaten untuk saat ini tidak diperbolehkan karena wilayah tersebut berstatus zona merah Covid-19.

Adapun Tim Gabungan yang menertibkan hajatan di sebuah gedung di Desa Kepanjen itu terdiri dari unsur Satpol PP, Dishub dan Muspika Delanggu. "Betul, pagi hari ini (Kamis) ada acara hajatan yang ditertibkan oleh tim gabungan," ujar Kepala Satpol PP Klaten, Joko Hendrawan saat dikonfirmasi.

Menurut Joko, hajatan tersebut dilakukan oleh warga Desa Bulurejo, Kecamatan Juwiring. Adapun undangan dari hajatan tersebut mencapai 700 tamu undangan. "Oleh Tim Satgas Covid-19 acara dibatalkan, para tamu dan keluarga kedua mempelai diperintahkan pulang dan membubarkan diri," ucapnya.

Menurutnya, saat proses penertiban hajatan tersebut, kedua keluarga mempelai dapat memahami kebijakan tersebut. Pada akhirnya kegiatan tersebut tidak jadi digelar dan tak sampai menimbulkan kerumunan lebih lama.

Kemudian, Joko mengimbau warga untuk tidak melaksanakan hajatan di saat Klaten sedang zona merah Covid-19. "Acara hajatan dengan mendatangkan ratusan tamu udangan rentan terhadap penularan (Covid-19). Kalau acara ijab kabul saja tidak apa-apa, tapi hanya bisa diikuti oleh 10 orang saja. Ini sudah sesuai aturan dan surat edaran. Kalau melanggar kita bubarkan atau tindakan lain sesuai aturan," tegasnya.

Aturan yang dimaksud tersebut tertuang dalam SE Bupati Klaten No. 443.5/136 dan Instruksi Bupati Klaten Nomor 4 Tahun 2021 tentang Percepatan Penanganan Penyebaran Covid-19 dalam kondisi zona merah di Klaten. Di dalamnya, mengatur tentang larangan menggelar hajatan pernikahan demi memutus rantai penularan Covid-19.

Zona merah
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta masyarakat untuk patuh terhadap peraturan yang dibuat masing-masing daerah dalam upaya memutus penyebaran Covid-19. Apalagi saat ini sudah ada sekitar 7.600 RT yang masuk zona merah Covid di Jawa Tengah.

Sesuai implementasi PPKM mikro, ribuan RT tersebut harus diberlakukan karantina atau lockdown. "Jadi RT saja (yang lockdown), sebab pelaksanaan PPKM Mikro sudah bagus, tinggal implementasi. Kalau kita bisa kunci seperti ini, kalau jumlahnya banyak akan terkunci sendiri oleh sistem," ujarnya saat meninjau Rumah Sakit Lapangan (Rumkitlap) Benteng Vastenburg Solo, Rabu (30/6/2021).

Pihaknya mendorong setiap desa dan kecamatan untuk membangun tempat karantina virus Corona atau COVID-19 terpusat. Ganjar juga meminta agar petugas mengedukasi masyarakat agar bisa melaksanakan isolasi mandiri di rumah secara tertib. Hal ini menjadi salah satu solusi terkait penuhnya ruang isolasi rumah sakit.

Semprot Disinfektan
Sementara itu Petugas gabungan di Kabupaten Klaten melaksanakan penyemprotan disinfektan di jalan-jalan Klaten untuk mencegah penularan Covid-19, Kamis (1/7/2021). Kegiatan itu bertajuk "Serbuan Penerangan Keliling" dengan melibatkan personel Polres Klaten, Kodim 0723/Klaten, Satpol PP dan Dishub.

Wakapolres Klaten Kompol Adi Nugroho menjelaskan bahwa "Serbuan Penerangan Keliling" bertujuan untuk menggelorakan kembali kedisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan terkait Covid-19. Seperti diketahui, saat ini angka terkonfirmasi positif Covid-19 di daerah itu cukup tinggi.

Menurut Wakapolres hal tersebut salah satunya dipicu oleh kurang disiplinnya masyarakat akan protokol kesehatan. "Tujuan kita adalah untuk melaksanakan penyemprotan untuk mencegah penularan Covid-19. Sekaligus untuk penerangan keliling kepada masyarakat tentang protokol kesehatan, agar mereka peduli," ujarnya.

Seusai melaksanakan apel di Mapolres Klaten, puluhan kendaraan roda 2 dan roda 4 dari petugas gabungan ini mulai menyusuri jalan-jalan protokol di pusat kota Klaten. Melalui pengeras suara yang dipasang di kendaraan, mereka memberikan himbauan kepada masyarakat agar tetap disiplin menjalankan 5M.

Tak ketinggalan mobil water cannon BKO dari Polda Jawa Tengah menyemprot cairan desinfektan di sepanjang perjalanan. Selanjutnya, para petugas gabungan kemudian dibagi dalam enam rayon untuk melanjutkan kegiatan penyemprotan dan penerangan keliling di wilayah-wilayah kecamatan lain.

Wakapolres berharap dengan adanya kegiatan ini, masyarakat Klaten kembali sadar dan kembali bersemangat menjalankan protokol kesehatan sehingga angka penularan Covid-19 segera turun. "Mari sama-sama saling menjaga, saling mengingatkan. Kita ikhtiar, kita niatkan untuk keselamatan masyarakat Kab. Klaten," pungkasnya. (mur/dtc)

Selengkapnya baca Tribun Jogja edisi Jumat 2 Juli 2021 halaman 06.

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved