Breaking News:

Pembayaran Uang Ganti Rugi Tol Yogyakarta-Solo di Klaten Berlanjut ke Ngabeyan, Total Rp 11,7 Miliar

Pembayaran Uang Ganti Rugi (UGR) tanah terdampak pembangunan jalan Tol Yogyakarta-Solo di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah berlanjut ke Desa Ngabeyan

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan
Suasana Pembayaran Ganti Rugi Tol Yogyakarta-Solo di Desa Ngabeyan, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Rabu (30/6/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pembayaran Uang Ganti Rugi (UGR) tanah terdampak pembangunan jalan Tol Yogyakarta-Solo di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah berlanjut ke Desa Ngabeyan, Kecamatan Karanganom, Rabu (30/6/2021).

Di desa tersebut terdapat 22 bidang tanah yang bakal diterjang oleh pembangunan proyek trans Jawa, namun untuk pembayaran kali ini baru 13 bidang tanah yang dibayarkan.

Sementara 9 bidang sisanya masih melengkapi administrasi hingga validasi data di Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

Baca juga: Hormati Para Pendahulu, Polres Magelang Ziarah ke Makam Pahlawan

"Total di sini ada 13 bidang tanah yang menerima UGR, totalnya ada sekitar Rp11,7 miliar," ujar Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klaten, Agung Taufik Hidayat saat ditemui Tribunjogja.com di sela-sela kegiatan itu.

Menurut Agung, 13 bidang tanah yang menerima pembayaran UGR dan pelepasan hak tanah kali ini semuanya merupakan tanah milik warga.

Tanah yang diterjang tol tersebut tersebar dalam bentuk pekarangan dan rumah.

Total dari 13 bidang tanah itu, memiliki luas sekitar 4.036 meter persegi.

Kemudian, di Desa Ngabeyan itu, warga paling banyak menerima UGR sebesar Rp2,5 miliar dan paling sedikit Rp261 juta.

"Kita berharap untuk 9 bidang tanah sisa bisa segera kita bayarkan UGR-nya dalam waktu dekat ini," ulasnya.

Baca juga: Jumlah Lulusan SD Lebih Sedikit Dibanding Daya Tampung, 9 SMP di Kulon Progo Kekurangan Siswa

Agung juga menyebut jika Desa Ngabeyan menjadi desa kesebelas yang telah menerima pembayaran UGR pembangunan tol Yogyakarta-Solo di Klaten.

Sementara itu, Kepala Desa Ngabeyan, Supriyadi menyebut dari 22 bidang tanah yang terkena tol di desa yang ia pimpin juga terdapat 4 bidang tanah kas desa (TKD).

"Tanah kas belum dibayarkan, masih proses yang 13 bidang yang dibayarkan saat ini punya warga semua," ucapnya.

Menurutnya, di Desa Ngabeyan, daerah paling terdampak pembangunan tol adalah Dukuh Pasekan. Di desa itu selain permukiman juga terdapat masjid dan pemakaman yang ikut diterjang. (Mur)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved