Breaking News:

Kasus Positif Covid-19 Makin Melonjak Lebih dari 400 Kasus Baru Sehari

Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul menyebutkan, telah terjadi penambahan kasus sejumlah 432 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Penulis: Santo Ari | Editor: Agus Wahyu
istimewa
Petugas Dinas Kesehatan Bantul ketika membantu seseorang melakukan Rapid Test. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Ledakan kasus penularan Covid-19 terus terjadi di berbagai wilayah, termasuk Bantul. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, Minggu (27/6/2021), telah terjadi penambahan kasus sejumlah 432 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Pada hari sebelumnya, Sabtu (26/6/2021) terdapat 491 orang positif Covid-19. Dari data tersebut, ada dua kapanewon yang memiliki jumlah peningkatan kasus yang tinggi Sejak Jumat (25/6) hingga Minggu (27/6), yakni Banguntapan dan Sewon.

Di Banguntapan, selama tiga hari berturut-turut terjadi penambahan 98 kasus pada Jumat, 65 kasus di Sabtu, dan Minggu 42 kasus. Sementra di Sewon, pada Jumat terdapat 77 kasus, Sabtu 128 kasus dan Minggu 55 kasus.
Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bantul, Joko Purnomo, mengakui dua kawasan aglomerasi itu beberapa hari terakhir menyumbang kenaikan angka positif Covid-19 cukup banyak.

"Data kenaikan kasus justru bisa saja menunjukkan keberhasilan penanganan seperti tracing dan kesadaran warga memeriksakan diri," ujar Joko, (28/6/2021).

Namun, adanya penambahan kasus tersebut, tentu saja akan mempengaruhi keterisian jumlah kamar baik di rumah sakit ataupun di selter. Dinkes DIY pun telah meminta pasien Covid-19 dengan kondisi ringan untuk tak meminta perawatan di RS rujukan.

Mereka bisa menjalani isolasi di rumah maupun selter Covid-19, sembari terus dipantau oleh fasilitas kesehatan setempat. Terkait hal tersebut, Joko Purnomo mengajak seluruh masyarakat dapat bergotong royong membantu mereka yang terpapar

Sementara itu, Panewu Banguntapan, Fauzan Muarifin menyebut peningkatan kasus ini karena keberhasilan langkah tracing. Namun demikian, ia tidak menepis bahwa hal itu juga karena masih ada masyarakat yang abai protokol kesehatan. Pihaknya kini menerapkan beberapa program sosialisasi prokes lewat media sosial dan website, serta safari jumatan.

Kantor kalurahan
Sementara itu, gedung kantor Kalurahan Sumbermulyo, Kapanewon Bambanglipuro bakal ditutup selama tiga hari ke depan, mulai Selasa (29/6/2021) hingga Jumat (2/7/2021) mendatang. Lurah Sumbermulyo, Ani Widayani mengungkapkan ada dua pegawai kalurahan yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Keduanya berada di satu ruangan yang sama dan pada 20 Juni lalumerasakan gejala seperti flu, kemudian memutuskan untuk tidak masuk kerja. Pada Sabtu (26/6/2021), kedua pegawai tersebut melakukan tes swab antigen dan hasilnya positif Covid-19. Mereka kemudian melakukan isolasi mandiri di rumah.

"Pelayanan dan operasional kalurahan akan ditutup sementara selama 3 hari agar tidak jadi klaster. Ditutup 3 hari karena sekalian disterilkan semua ruangan," ujar Ani.

Di sisi lain, Ani mengeluhkan adanya warganya yang positif Covid-19 dengan status bergejala, namun harus melakukan isolasi mandiri di rumah. Padahal menurutnya, pasien bergejala seharusnya mendapat perawatan dari pihak medis.

"Selter desa itu hanya untuk pasien ringan tanpa gejala dan saat ini sudah penuh. Apalagi, peralatan medis di selter desa tidak lengkap. Permasalahannya saat ini yang bergejala banyak yang melakukan isoman di rumah karena rumah sakit penuh," bebernya.

Menurutnya, jika pasien bergejala melakukan isoman, justru berpotensi memburuknya kondisi pasien karena minimnya pengawasan dari petugas medis. Ia meminta kebijakan Pemkab Bantul untuk mengklasifikasikan tempat penanganan sesuai kondisi pasien. (nto)

Selengkapnya baca Tribun Jogja edisi Selasa 29 Juni 2021 halaman 04.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved