Obat Herbal Diabetes
5 Jenis Obat Herbal Metode Ayurveda untuk Penderita Diabetes
Tanaman-tanaman tersebut mampu menjalankan fungsinya sebagai pengendali kadar gula dalam darah.
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com --- Sejumlah tanaman diketahui memiliki kandungan anti-diabetes. Tanaman-tanaman tersebut mampu menjalankan fungsinya sebagai pengendali kadar gula dalam darah.
Herbal ini pun sudah digunakan sejak lama lewat metode pengobatan Ayurveda India.
Untuk mengetahuinya, berikut ini penjelasan 5 jenis herbal yang sudah digunakan dalam metode pengobatan ayurveda bagi penderita diabetes :
1. Tulsi
Tulsi atau kemangi dikatakan bermanfaat bagi mereka yang pra-diabetes dan menderita diabetes tipe 2.
Mengkonsumsi tulsi secara teratur membantu mengurangi kadar gula darah postprandial dan puasa.
Daun tulsi mengandung antioksidan yang menghasilkan caryophyllene, eugenol dan methyl eugenol, bersama-sama membantu sel pankreas meningkatkan kepekaan terhadap insulin.
2. Jamun
Jamun atau jamblang atau jambu keling atau duwet adalah sejenis pohon buah dari suku jambu-jambuan.
Tumbuhan berbuah sepat masam ini dikenal pula dengan berbagai nama seperti jambee kleng, jambu kling, nunang, jambu koliong, jambu kalang, jambulang, jambulan, jombulan, jumblang, jambulan, jambula hingga jamblang.
Jamblang mengandung 82% air dan tidak mengandung sukrosa di dalamnya.
Ini memiliki efek hipoglikemik yang mengurangi kadar gula dalam darah dan urin.
Biji jamun mengandung jambolin, yang mencegah transformasi pati menjadi gula.
Buah jamblang memiliki tingkat alkaloid yang tinggi yang telah terbukti dapat menurunkan kadar gula darah yang tinggi.
3. Giloy
Giloy atau bratawali tahu brotowali adalah tanaman obat tradisional Indonesia yang biasa ditanam di pekarangan atau tumbuh liar di hutan.
Rebusan batangnya yang terasa sangat pahit biasa dijadikan obat reumatik, mengurangi gula darah, menurunkan panas, dan membantu mengurangi gejala kencing manis.
Giloy atau bratawali dikatakan dapat membantu mengelola diabetes tipe 2.
Giloy bekerja seperti agen hipoglikemik, yang menghasilkan insulin dan membantu menurunkan kadar gula darah.
Giloy membantu membakar kelebihan glukosa yang selanjutnya menurunkan kadar gula darah tinggi.
Sesuai studi yang dilakukan oleh Pusat Nasional untuk Informasi Bioteknologi (NCBI), giloy dikatakan memiliki aktivitas anti-diabetes yang signifikan.
4. Methi
Methi memiliki banyak manfaat kesehatan, tetapi salah satu yang terpenting adalah membantu dalam mengelola kadar gula darah.
Serat yang ada dalam methi membentuk lapisan seperti gel tebal di usus, sehingga menyulitkan penyerapan gula, sehingga mengatur kadar gula darah tinggi.
Methi juga bermanfaat dalam meningkatkan cara tubuh memanfaatkan gula.
5. Gurmar
Gurmar dalam bahasa Hindi secara harfiah berarti 'Si Penghancur Gula'.
Bahan yang berbahasa latin Gymnema sylvestre ini mengandung asam gymnemic, yang membantu mengekang keinginan makan gula.
Gurmar dikatakan memiliki sifat anti-diabetes.
Gurmar juga dapat memblokir reseptor di usus Anda dan menghentikan penyerapan gula, mengurangi kadar gula darah setelah makan.
Struktur kimia gurmar mirip dengan gula dan membantu menyeimbangkan kadar insulin dalam tubuh.
Adapun tumbuhan herbal gymnema ini banyak tumbuh di kawasan hutan tropis di India selatan dan tengah serta di Sri Lanka.
Tumbuhan ini dikenal karena ekstrak daunnya dapat meredam reseptor manis di lidah. Bahan aktif yang memicu reaksi ini adalah gurmarin, sebuah polipeptida yang terbuat dari 35 asam amino.
Gymnema sylvestre telah lama digunakan sebagai obat-obatan tradisional di Asia, baik itu untuk pengobatan diabetes, malaria, hingga gigitan ular. Tumbuhan ini mengandung triterpenoid yang dapat digunakan untuk keperluan obat.
Tumbuhan ini merupakan tumbuhan merambat dengan "bulu" (trikomata) lembut di permukaan atasnya. Daun-daunnya berbentuk oval lonjong. Sementara itu, bunganya yang mekar berwarna kuning. (*/WebMD)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/5-jenis-herbal-metode-pengobatan-ayurveda-bagi-penderita-diabetes.jpg)