Breaking News:

Jelang PON XX Papua 2021, KONI DIY Minta Seluruh Maksimalkan Try Out Saat Puslatda

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) D.I. Yogyakarta, Djoko Pekik Irianto meminta seluruh cabang olahraga (cabor) yang sedang

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Taufiq Syarifudin
Djoko Pekik Irianto 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DI Yogyakarta, Djoko Pekik Irianto meminta seluruh cabang olahraga (cabor) yang sedang melakukan pemusatan latihan daerah (puslatda) agar memaksimalkan try out sebagai media untuk mengukur hasil latihan atlet selama ini.

Upaya tersebut dilakukan KONI DIY agar seluruh cabor dapat mengevaluasi hasil latihan, jika para atletnya memiliki kekurangan ataupun kendala.

Maka dalam waktu sekitar tiga bulan jelang pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua pada bulan Oktober 2021 mendatang, para atlet mampu mencapai puncak performannya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Gunungkidul Kembali Rekor dengan 242 Kasus Baru COVID-19, 10 Meninggal Dunia

"Pada bulan Juni 2021 ini, kita sudah memasuki tahap pra kompetisi, dalam program yang kita rancang pada tahap ini harus sudah mengukur performa atlet dari sisi fisik, teknik, taktik hingga mental bertanding," kata Djoko, Jumat (25/6/2021).

Tak lupa, Djoko uga berpesan kepada pelatih untuk segera merancang strategi saat melakukan try out, agar para atlet dapat menguji kemampuannya dengar serius.

Ia juga ingin tiap pelatih dapat lebih teliti dalam menentukan target ketika melakukan tryout.

"Waktu memilih lawan, pelatih harus tentukan lawan yang bervariatif kadang lawan tim yg kuat kadang pilih yang berkemampuan dibawah tim kita. Pelatih juga harus jeli dan taktis, jangan semua "jurus" dikeluarkan agar tidak terbaca secara vulgar oleh calon lawan di Papua nanti," jelasnya.

Kendati demikian, Djoko menyadari jika di masa pandemi sekarang ini sulit untuk atlet mendapat kesempatan mengikuti try out, untuk itu ia mendorong kepada pelatih agar lebih proaktif dan kreatif dalam membuat anak asuhnya mendapat pengalaman bermain.

"kondisi pandemi memang tidak mudah mencari event untuk tryout, maka dari itu para pelatih perlu kreatif membuat simulasi pertandingan dalam berbagai bentuk, misalnya join training, ikut virtual competition atau jika perlu ikuti event di luar negeri," paparnya.

Dengan segala upaya tersebut, pria yang juga sebagai guru besar FIK UNY ini berharap agar cabor yang telah melakukan try out dapat memetik hasil pelajarannya untuk menyempurnakan performa atlet.

Seperti diketahui, beberapa cabor yang telah melakukan tryout antara lain voli pasir, panahan, tarung drajat, sepatu roda, silat, taekwondo, balap motor, menembak, panjat tebing. 

Kemudian dalam waktu dekat, beberapa cabor akan berangkat untuk join training, seperti terjun payung, renang perairan terbuka, dan renang indah.

Baca juga: Kemenparekraf Gulirkan Program Insentif Pemerintah 2021 Sebesar Rp 60 miliar

"Untuk cabor-cabor lain yang belum, kita harapkan segera ikut tryout seperti atletik, gantole, biliar, catur, judo, kempo, terbang layang, rugby, polo air, binaraga, wushu dan yang lainya. Namun waktu mengikuti tryout tolong untuk menjaga protokol kesehatan dengan ketat," harapnya.

Selain itu, Djoko juga tetap meminta pelatih untuk tidak menekan atletnya terlalu jauh karena dikhawatirkan rentan dengan cedera jelang PON dimulai.

"Atlet juga jangan terlalu diforsir agar terhindar dari cedera apalagi saat ini tahapan PON sudah masuk entry by name," ucapnya. (tsf)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved