Breaking News:

Ini Perintah Bupati Sleman untuk Para Panewu Soal Penerapan PPKM Mikro

Kabupaten Sleman bakal memperketat izin penyelenggaran kegiatan terutama yang melibatkan banyak orang

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA/ Ahmad Syarifudin
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kabupaten Sleman bakal memperketat izin penyelenggaran kegiatan terutama yang melibatkan banyak orang. Hal ini dilakukan menyusul meningkatnya angka kasus covid-19 dalam beberapa waktu belakangan ini.

Terkait hal itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menekankan kepada segenap Panewu agar inten menjalin koordinasi dengan Lurah untuk penerapan PPKM mikro di masyarakat.

Panewu diminta untuk mengetatkan kembali izin kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan di masyarakat. 

Baca juga: Petani Bawang Merah di Imogiri Bantul Mulai Panen

"Biasanya takziah, layatan, mantu, pengajian. Semua kegiatan sosial di masyarakat boleh, tapi kita batasi 25 persen," kata Kustini seusai memimpin Rapat Koordinasi Pimpinan Perangkat Daerah (Rakorpimda) di aula lantai III Setda Sleman, Rabu (23/6/2021). 

Rapat koordinasi diikuti oleh segenap kepala OPD dan Panewu. Berdasarkan laporan dari Panewu, kata Kustini, ternyata banyak masyarakat yang sudah mengajukan izin agar dapat menggelar hajatan.

Bahkan, satu Kapanewon saja menerima permohonan izin pernikahan mencapai 30. Pihaknya mewanti-wanti, hajatan tetap diperbolehkan namun acaranya diperketat lagi, seperti awal pandemi. 

"Hajatan cukup keluarga inti saja dan tidak mengundang banyak orang," kata dia. 

Menurut dia, penularan kasus Covid-19 di Sleman meningkat karena mobilitas masyarakat tinggi.

Bahkan cenderung sudah abai. Beberapa klaster yang belakangan muncul, kata dia, karena ada beberapa orang yang bepergian ke luar kota.

Baca juga: Ketum KONI DIY Apresiasi Prestasi Atlet Panahan Arif Dwi Pangestu di Ajang Internasional

Bahkan ada juga yang ziarah ke luar daerah. Karenanya, setiap izin kegiatan akan mulai diperketat kembali. Disamping itu, pihaknya juga meminta kepada tiap Kalurahan agar segera membentuk selter. 

Dari 86 Kalurahan yang ada di Sleman, kata dia, sebagian di antaranya sudah mendirikan selter Isolasi. "Sudah 50 persen lebih (yang sudah membentuk selter)," kata dia. 

Diketahui, hingga 22 Juni jumlah terkonfirmasi positif covid-19 di Sleman totalnya mencapai 20.012 pasien. Di mana 16.005 di antaranya sudah dinyatakan sembuh, dan 566 meninggal dunia. (rif)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved