Breaking News:

Cuaca Tak Menentu, Sejumlah Petani Tembakau di Klaten Mengaku Galau

Petani tembakau yang ada di Kabupaten Klaten, Jawa tengah galau karena cuaca yang tak menentu dalam beberapa waktu terakhir.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan
Seorang petani tembakau di Desa Taskombang, Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten mengecek tanamannya, Rabu (23/6/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Petani tembakau yang ada di Kabupaten Klaten, Jawa tengah galau karena cuaca yang tak menentu dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi hujan dan panas yang sulit diprediksi membuat proses pembibitan tak maksimal hingga membuat kualitas tembakau yang dihasilkan cenderung menurun.

Seorang petani tembakau di Desa Kokosan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Hartadi (32) mengaku tetap menanam tembakau di tengah cuaca yang tak menentu karena tidak ada pilihan lain.

Baca juga: Sebanyak 20 Pasien Covid-19 di Sleman Meninggal Dunia di Rumah

"Kalau tidak menanam ya mau ngapain lagi. Walau ada potensi merugi atau gagal panen karena cuaca tak menentu tapi saya tetap nanam dari pada nganggur," ujarnya saat ditemui awak media, Rabu (23/6/2021).

Menurut Hartadi, cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini membuat hasil panen tembakau tidak maksimal.

Selain itu, biaya perawatan dari tanaman tembakau juga menjadi membengkak.

"Cuaca tidak menentu ya jadinya panen tidak maksimal. Kalau sering hujan begini tembakau kan kualitasnya kurang bagus," katanya.

Ia pun bercerita, jika saat kondisi normal satu patok tembakau dengan hasil panen baik bisa terjual hingga Rp5 juta.

Namun, jika tembakau dipanen dalam kondisi cuaca tidak menentu atau keadaan kurang bagus, harga jualnya juga berpengaruh.

"Puncak pembelian tembakau itu biasanya Mei akhir hingga Juni ini," katanya.

Baca juga: Angka Kematian Pasien Covid-19 di Sleman Meningkat, Tercatat 87 Orang Meninggal Selama Juni 2021

Hanya saja, lantaran cuaca yang tidak menentu, para petani justru banyak yang tidak menanam tembakau.

"Penjualan bulan Juni ini sepi soalnya yang nanam tembakau pada ragu-ragu karena cuaca tidak menentu kayak ini, jadi kebanyakan tidak menanam," katanya.

Sementara itu, Sarwomiharjo petani tembakau lainnya di Desa Taskombang, Kecamatan Manisrenggo mengaku tidak khawatir dengan cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini.

"Saya tidak khawatir, kalau tanaman jadi layu karena hujan. Itu kan sudah resiko, yang penting usaha dulu untuk nanam," ucapnya. (Mur)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved