Sebanyak 20 Pasien Covid-19 di Sleman Meninggal Dunia di Rumah

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Makwan mengungkapkan, laju penularan Covid-19

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
SHUTTERSTOCK/PETERSCHREIBER MEDIA
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Makwan mengungkapkan, laju penularan Covid-19 sepanjang Juni di Kabupaten Sleman cukup tinggi.

Dirinya bersama 8 tim dekontaminasi bertugas melakukan pemulasaran dan pemakaman.

Menurut dia, pada Juni ini pihaknya sudah memakamkan sebanyak 114 pasien kategori suspek, probable dan confirmasi Covid-19

Di samping itu, pihaknya juga melakukan pemulasaran sebanyak 23 pasien.

Baca juga: BREAKING NEWS: Kembali Pecah Rekor, Ada 694 Kasus Positif Covid-19 di DI Yogyakarta 23 Juni 2021 

Mulai dari memandikan, mengkafani, kemudian membungkus dengan plastik sesuai protokol kesehatan dan memasukkan dalam peti sebelum dimakamkan. Dari jumlah tersebut, 20 pasien meninggal dunia di rumah. 

"Pemulasaran jenazah bulan Juni, sampai tanggal 23 ini sebanyak 23 kali.  Meninggal dunia dirumah 20 (pasien). Meninggal 1 di ICU Puskemas dan 2 di ICU rumah sakit kecil," terang Makwan, Rabu (23/6/2021). 

Menurut dia, pasien yang dilakukan pemulasaran itu, kategori pasien konfirmasi Covid-19, suspek dan probable. Selama ini, kata Makwan ada 8 tim di Kabupaten Sleman yang bertugas melakukan pemakaman dan sesekali terlibat juga dalam pemulasaran. Masing-masing tim terdiri dari 8 orang.

Rinciannya, 2 orang sebagai sopir dan 6 orang taktis Covid-19 sekaligus disinfeksi. Ia mengungkapkan, setelah semua pemulasaran selesai, sebelum jenazah diangkat ke pemakaman, bagi yang Muslim maka akan disalatkan terlebih dahulu.

"Jadi sebelum memakai hazmat, petugas sudah berwudhu," ujar Makwan.

Angka Kematian Meningkat

Angka kematian pasien terkonfirmasi positif virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Sleman cenderung mengalami peningkatan. Sepanjang bulan Juni sampai tanggal 22 saja, pasien meninggal sudah ada 87 orang.

Dari jumlah tersebut, beberapa di antaranya bahkan meninggal dunia, saat sedang menjalani isolasi mandiri di rumah. 

Baca juga: Angka Kematian Pasien Covid-19 di Sleman Meningkat, Tercatat 87 Orang Meninggal Selama Juni 2021

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo mengungkapkan, sebagian besar yang meninggal dunia tersebut adalah pasien lanjut usia (lansia) dan atau memiliki penyakit bawaan (komorbid).

Meksipun, dirinya tidak menampik, ada juga pasien meninggal dunia bukan lansia dan tidak ada komorbid. Namun jumlahnya relatif sangat sedikit. 

"Sebagian besar, bahkan 90 persen, yang meninggal itu adalah lansia dan atau komorbid. Yang tidak jelas, artinya bukan pasien lansia dan tidak ada komorbid-nya juga ada yang meninggal dunia. Tapi sedikit sekali," jelas dia, ditemui di gedung Setda lantai III, Rabu (23/6/2021). (Rif)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved